Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Kepala Cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Kayangan membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa kendala ketersediaan pasokan air menjadi alasan penundaan operasional Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kayangan. Pihak PDAM menegaskan bahwa aliran air menuju fasilitas tersebut saat ini berjalan normal tanpa ada hambatan.
Juwita, Kepala Cabang PDAM Kayangan, menjelaskan bahwa suplai air untuk area Sekolah Rakyat ditopang oleh instalasi pengolahan air (IPA) dari sekeper (sebesar 80%) dan IPA Santong (20%). Ia meluruskan kabar yang menyebutkan air mati total selama sepekan.
“Informasi bahwa air mati total itu tidak benar. Memang sekitar tiga minggu yang lalu sempat terjadi penurunan tekanan air akibat adanya kebocoran teknis pada paking karet pipa 6 inci di area Gangga dan Kayangan. Namun, kondisi tersebut tidak sampai membuat pasokan air terhenti 24 jam penuh,” ujar Juwita, saat ditemui pada Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan, penurunan tekanan air tersebut memakan waktu beberapa jam untuk proses perbaikan teknis serta pembuangan angin (normalisasi pipa). Selama masa perbaikan tersebut, tim lapangan PDAM terus berkoordinasi secara intensif dengan pengelola Sekolah Rakyat guna memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.
PDAM juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pasokan air ke Sekolah Rakyat karena merupakan salah satu fasilitas program prioritas pemerintah. Petugas PDAM juga rutin melakukan pemantauan dan pengecekan debit air secara langsung ke lokasi setiap harinya.
“Sekarang kondisi aliran air sudah kembali normal dan tidak ada masalah lagi. Jika PDAM dituding menjadi kendala utama penundaan operasional, tentu hal itu tidak masuk akal karena suplai air sudah berjalan lancar sejak awal pemasangan hingga saat ini,” pungkasnya.(D)

Tinggalkan Balasan