Lombok Tengah. mediajurnalindonesia.id|Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah H. Masdiono S. Ag.,M.Pd.,apresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Tengah, gelar Goes to school sosialisasi tentang dampak pernikahan usia sekolah, di MAN 1 Lombok Tengah, Senin (27/7/2026).
Kegiatan Goes to school dampak pernikahan usia sekolah oleh MUI Loteng untuk pertama kali di MAN 1 dinilai H.Masdiono sangat penting dan berdampak positif sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menyelesaikan pendidikan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Sosialisasi diikuti seratus siswa siswi MAN 1,Ketua MUI Lombok Tengah Tgh.Lalu Mala Syar’i LC.,selaku narasumber dalam pemaparan materinya menyampaikan berbagai materi mengenai dampak pernikahan usia sekolah, baik dari aspek agama, kesehatan, psikologis, sosial, maupun pendidikan.
Para pelajar MAN 1 tampak antusias mengikuti kegiatan dengan aktif mengajukan bebagai pertanyaan dan berdiskusi terkait berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja.
Kepala MAN 1 Loteng H.Masdiono ketika ditemui usai sosialisai menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam membangun generasi muda yang berkualitas.
“Kami sangat bersyukur dengan kegiatan yang dilaksanakan MUI Loteng, karena siswa perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan masa depannya,” tegasnya.
“Atas nama Dewan guru dan seluruh anak didik kami, mengapresiasi MUI yang telah memilih MAN 1 Lombok Tengah untuk yang perdana, sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi,” tambahnya.
“Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh para siswa agar mereka memahami risiko dan konsekuensi dari pernikahan di usia sekolah. Kami berharap kegiatan ini s dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” imbuh H.Masdiono.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus diselesaikan oleh setiap peserta didik. Pernikahan pada usia sekolah berpotensi menghambat proses pendidikan, mengurangi kesempatan meraih cita-cita, hingga menimbulkan berbagai persoalan sosial dalam kehidupan keluarga.
Dalam pemaparannya, Ketua MUI Lombok Tengah Tgh. Mala Syar’i menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan pernikahan dengan matang, baik dari sisi kedewasaan, kesiapan mental, ekonomi, maupun tanggung jawab. Pernikahan bukan sekadar memenuhi aspek biologis, tetapi juga merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan menyeluruh agar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Selain itu, narasumber juga mengingatkan bahwa pernikahan pada usia yang belum matang memiliki berbagai risiko, seperti tingginya angka putus sekolah, meningkatnya potensi konflik rumah tangga, masalah kesehatan ibu dan anak, hingga kesulitan ekonomi akibat belum siapnya pasangan dalam membangun kehidupan berkeluarga.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para siswa diajak untuk lebih fokus mengejar prestasi akademik maupun nonakademik sebagai bekal menghadapi masa depan. Mereka juga didorong untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta menjauhi pergaulan yang dapat membawa dampak negatif.
“Kami berharap pihak sekolah tetap bersinergi dengan orang tua, tokoh agama, dan pemerintah, untuk terus memperkuat dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan angka pernikahan usia sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lombok Tengah,”tegas Tgh. Mala.
Di akhir kegiatan, Kepala MAN 1 Lombok Tengah kembali menyampaikan terima kasih kepada MUI atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Ia berharap para siswa dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar, meraih prestasi, serta mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.
“Insya Alloh anak anak didik kami di MAN 1 Lombok Tengah, tidak akan ada yang terbersit dibenaknya untuk memikirkan pernikahan diusia sekolahnya, sampai saat ini Alhamdulillah tidak ada selama saya menjabat sebagai Kepala MAN 1 Loteng,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu merencanakan kehidupan secara matang. Dengan demikian, mereka dapat menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta memasuki kehidupan berumah tangga pada waktu yang tepat dengan kesiapan yang lebih baik demi terwujudnya keluarga yang harmonis dan masyarakat yang berkualitas.(Ftr).

Tinggalkan Balasan