Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lombok Barat kembali membuktikan eksistensinya sebagai salah satu madrasah unggulan di Kabupaten Lombok Barat. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung tertib, transparan, dan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sejak jauh hari.

Kepala MTsN 1 Lombok Barat, Haeril Anwar S.Pd.I, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini merupakan hasil dari persiapan yang matang. Panitia telah dibentuk sejak awal melalui koordinasi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan dengan pembagian tugas yang jelas, sehingga seluruh tahapan penerimaan berjalan secara sistematis.

“Seluruh rangkaian kegiatan SPMB sudah kami rancang sejak awal tahun dan masuk dalam kalender kegiatan madrasah. Dengan perencanaan yang baik, semua proses dapat berjalan lebih efektif tanpa harus membentuk panitia secara mendadak,” ujarnya

Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan untuk memperkenalkan MTsN 1 Lombok Barat kepada masyarakat adalah melalui kegiatan sosialisasi secara langsung. Madrasah membentuk lima tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang untuk mengunjungi sekolah-sekolah dasar dan berbagai wilayah guna menyampaikan informasi mengenai program pendidikan, fasilitas, prestasi, serta keunggulan madrasah.

Strategi tersebut memberikan hasil yang menggembirakan. Hingga penutupan masa pendaftaran, jumlah calon peserta didik baru mencapai sekitar 267 orang. Setelah ditambah peserta yang mengikuti tes susulan, total pendaftar mencapai kurang lebih 270 siswa.

Menurut Haeril , tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan MTsN 1 Lombok Barat. Bahkan, calon peserta didik tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Lombok Barat, tetapi juga dari Kabupaten Lombok Tengah dan wilayah Kuripan.

“Alhamdulillah, animo masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga,” katanya.

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, pihak madrasah juga berkomitmen memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya kepada calon peserta didik. Karena itu, tidak diterapkan sistem gugur selama calon siswa memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu, kami berupaya mengakomodasi seluruh peserta yang telah memenuhi ketentuan,” jelasnya.

Di sisi lain, MTsN 1 Lombok Barat terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah penerapan sistem absensi digital berbasis sidik jari (fingerprint) sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan sekaligus akurasi data kehadiran peserta didik.

Selain itu, madrasah juga mulai mempersiapkan pelaksanaan ujian berbasis digital menggunakan perangkat Android. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan pembelajaran di era digital.

“Kami ingin seluruh layanan pendidikan semakin modern. Ke depan, absensi siswa akan menggunakan fingerprint dan pelaksanaan ujian diarahkan berbasis Android agar prosesnya lebih efektif, efisien, dan sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama pihak madrasah. Berbagai program pengembangan kompetensi guru terus dilaksanakan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan agar proses pembelajaran semakin berkualitas dan mampu mencetak lulusan yang unggul.

“Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan sehingga kualitas pembelajaran juga semakin baik,” tegasnya.

Meski demikian, Haeril Anwar mengakui masih terdapat beberapa kebutuhan sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian. Sejumlah ruang kelas masih memerlukan rehabilitasi agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan kondusif.

“Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan infrastruktur madrasah dapat dipenuhi. Dengan fasilitas yang semakin baik, kualitas layanan pendidikan tentu akan semakin optimal,” pungkasnya.(Ramli Mji)