Lombok Tengah.mediajurnalindonesia.id-Warga masyarakat Desa Aik Mual Kecamatan Praya yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Praya, belakangan ini resah karena diwilayah tersebut
sering terjadi perampokan, bahkan para pelaku perampokan diduga menggunakan senjata api.

Salah sseorang warga Desa Aik Mual yang tidak mau disebutkan jati dirinya, ketika ditemui media, kamis (3/4/2025) menuturkan, merasa resah dan khawatir dengan seringnya terjadi perampokan di Desanya.

“Sebelum bulan Ramadhan 1446 H, telah terjadi 4 kali peristiwa Perampokan di desa kami di aik mual, dirumah Zainal, Syamsul Rijal, H.Wardi dan H. Tahir, anehnya para pelaku perampokan, sampai detik ini tidak ada satupun yang teridentifikasi oleh petugas dari Polsek Praya,” tutur warga tersebut.

Setelah Lebaran, terjadi kembali perampokan di Pondok Songkar Desa Aik Mual, korbannya salah seorang Warga Negara Malaysia bernama Munah, dalam peristiwa tersbut para pelaku berhasil menggondol uang Rp.50 juta, emas 70 gram serta 20.000 Ringgit Malaysia, sehingga korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Pelaku yang terlibat dalam peristiwa perampokan dipondok songkar, diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang. Kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus perampokan tersebut, untuk menangkap para pelaku, namun hingga saat ini belum ada yang tertangkap.

Kapolsek Praya IPTU Susan Sualang, ketika dikonfirmasi terkait peristiwa perampokan tersebut melalui handpon selulernya, tidak mau diangkat bahkan di SMS pun tidak dijawab.

Secara terpisah Kepala Desa Aik Mual Kecamatan Praya M.Hasyim, ketika dihubungi media menjelaskan, selama ini pihak Kantor Desa menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan ronda malam, namun ronda malam tersebut tidak berjalan dengan baik.

Salah seorang tokoh pemuda aik mual Zarkasi, berharap kepada Kepala Desa dan Kapolsek Praya untuk memperhatikan dan melindungi masyarakatnya dengan menggalakkan dan mengaktifkan ronda, sehingga masyarakat tidak akan resah dengan peristiwa perampokan.(Ftr).