Lombok Utara.Mediajurnalindonesia.id- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara dengan Nomor Urut. 1, Najmul Akhyar dan Kusmalahadi (NK) terus turun menyapa masyarakat melalui kampanye dialogis.
Kali ini, pasangan dengan jargon ‘Siap Sanggup’ itu hadir ditengah masyarakat yang membiru memadati Dusun Tebango, Desa Pemenang Timur, pada Kamis (07/11/2024).
Hadir dalam acara tatap muka itu, Pasangan Calon Najmul Akhyar dan Kusmalahadi yang didampingi oleh Ketua Relawan, Fajar Marta, Ketua OKK DPD Partai Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto, Anggota DPRD Partai Perindo, H.M. Taupik, Sekretaris Golkar, I Gede Lilarse dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta Tokoh penting lainnya.
Mengawali orasi politiknya, Ketua Relawan NK, Fajar Marta mengatakan, bahwa Djohan Sjamsu dan Najmul Akhyar sebagai Simbol Lombok Utara. Ia juga menegaskan, kedua tokoh tersebut merupakan pejuang pemekaran yang melahirkan kabupaten lombok utara.
Tentu, kata Fajar, sepuluh tahun kemarin dua tokoh itu pada posisi yang berbeda. Menurutnya, mungkin dengan perbedaan itu, kedua tokoh ini merasa masyarakat lombok utara terpecah belah.
“Sehingga di tahun 2024 dua tokoh ini bersatu kembali demi kemajuan lombok utara,” ujarnya.
Fajar mengungkapkan, bahwa dirinya tidak pernah membayangkan kedua tokoh ini, yakni Djohan Sjamsu bersama Najmul Akhyar akan bersatu kembali.
“Oleh karenanya, dengan bersatunya kedua tokoh ini, maka masyarakat juga harus bersatu untuk memenangkan pasangan Najmul-Kus,” ajak Fajar.
Tetapi dengan melihat kehadiran masyarakat Tebango yang begitu ramai membiru, Dirinya meyakini bahwa pasangan Nomor Urut. 1 ini akan memperoleh kemenangan dengan suara diatas 80 persen.
Senada dengan Fajar, DPRD Provinsi NTB Praksi Gerindra, Sudirsah Sujanto mengatakan, pondasi pembangunan yang telah diciptakan oleh Djohan dan Najmul tidak boleh dilupakan.
“Kalau kita sampai melupakan ini, maka kualat kita. Bagaimana perjuangan kedua pimpinan daerah kita, pak Djohan dan pak Najmul sehingga jalan hotmik sampai di jeliman ireng,” terang Sudir.
Sudir menuturkan, pada saat pemilukada yang lalu tebango dan jeliman ireng terpecah. Ada yang mendukung Djohan ada yang mendukung Najmul. Tetapi saat ini, kata Sudir, Djohan dan Najmul bersatu menjadi satu.
“Maka saya pastikan, di dua TPS saat ini, kita bisa meraih suara dengan angka 87 persen,” ucapnya.
“Saya pastikan antara Jeliman Ireng dan Tebango saat ini bersatu menjadi satu, maka 87 persen itu bukan mimpi,” sambung Sudir.
Menurutnya, hal itu harus dapat terwujud. Pasalnya, pondasi pembangunan di daerah ini sudah ditanamkan oleh kedua tokoh ini.
“Kalau kita terus berpikir perpecahan, maka kita tidak akan pernah maju,” pungkasnya.
Sudirsah mengakui, bahwa apa yang dilakukan oleh Djohan dan Najmul adalah simbol persatuan lombok utara.
“Dengan menyandingkan putranya (Djohan Sjamsu. Red) dengan Tuan Guru Haji Najmul, ini adalah simbol persatuan yang harus kita dukung,” tegas Sudirsah yang juga Ketua DPC Gerindra Lombok Utara itu.
Sementara itu, Calon Bupati, H. Najmul Akhyar menuturkan, bahwa hal yang paling mendasari dirinya dan Kusmalahadi menjadi istimewa adalah adanya semangat untuk bersatu, bersama membangun KLU.
“Dalam pandangan kita, semangat bersatu merupakan semangat yang baik, itu adalah semangat yang bagus. Semangat yang merupakan kebajikan yang diajarkan oleh semua agama kepada kita” ungkapnya.
Selain itu, kata Najmul, dalam ajaran Dhammapada dikatakan bahwa harumnya bunga tidak bisa dirasakan dan dicium dengan melawan arah angin, tetapi harum kebajikan dan harumnya orang-orang yang berbuat baik bisa dicium dari segala penjuru angin.
“Kalau kebaikan yang kita gunakan untuk mengawali sesuatu, maka insya Allah hasilnya akan baik,” ucapnya.
Untuk itulah, kata H. Najmul Akhyar, kehadirannya bersama pasangannya Kusmalahadi, selain bersilaturrahmi, juga sekaligus meminta Do’a kepada masyarakat untuk maju dan berikhtiar melayani masyarakat 2025-2030.
“Mudah-mudahan berkat keluarga besar saya di tebango ini, insya Allah merupakan jalan bagi kita untuk mendapatkan kemenangan itu,” harapnya.
Lebih lanjut, Najmul Akhyar berpesan, untuk masyarakat jangan beranggapan pilkada hanya sekedar memperjuangkan Najmul-Kus saja. Diakuinya, dirinya dan Kusmalahadi bukanlah hal yang berarti.
“Tetapi tujuan kita berpilkada adalah memperjuangkan cita-cita besar kita semua, yakni melihat lombok utara ini maju,” tutupnya.(Doel)
