Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat menggelar konferensi pers dalam pencapaian kerja pada akhir tahun 2024, bertempat di Ruang Kantor BNNK Kabupaten Sumbawa Barat pada jum’at 27/12/2024.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat Indah Poernomosari, SE.,M.Ak dengan didampingi Kasi Intelijen BNNK Tri Wibagus Wirna Ningrat,S. Kom, Dokter Ahli Pertama dr.William Jonathan, Bidang Rehabilitasi Yusmiati,Am.K dan Bidang P2M Indah Putriani,S.Sos.

Indah Poernomosari, SE,.M.Ak memaparkan dalam capaian kerja BNNK Sumbawa Barat selama 1 tahun. Realisasi anggaran BNNK Sumbawa Barat tahun 2024 Pagu Rp1.669.815.766,- sisa Rp2.690.234,- capaian 99,83%. Dengan rincian sebagai berikut :
*Subbag Umum pagu Rp1.088.663.000,- realisasi Rp1.058.276.516,- sisa Rp386.494,- capaian 99,96%.
*Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) pagu Rp352.110. 000,- realisasi Rp350.210.000,-sisa Rp1.900.000,- capaian 99,46%.
*Rehabilitasi pagu Rp231.733.000,- realisasi Rp231.329.250,- sisa Rp403.750,- capaian 99,83%.

“Capaian pencegahan BNNK Sumbawa Barat tahun 2024 dalam program prioritas nasional adalah : (1).Program ketahanan keluarga anti narkoba ada 4 kegiatan yaitu 20 peserta meliputi 10 keluarga (ortu & anak) dari 2 Kelurahan bersih narkoba (Bersinar). (2).Pembentukan Remaja Teman Sebaya Anti Narkotika ada 5 kegiatan yaitu 10 siswa dari SMA di Kelurahan Bersinar. (3).Program Desa meliputi 2 kelurahan yang sudah ditetapkan oleh Bupati Sumbawa Barat yakni Kelurahan Arab Kenangan dan Kelurahan Sampir”, terangnya

Indah mengatakan, BNNK Sumbawa Barat melakukan sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di lingkungan pendidikan pada 24 sekolah, di lingkungan pemerintah ada 8 instansi, lingkungan masyarakat 3 kali dan lingkungan swasta juga 4 kali. Selain itu juga melaksanakan Deteksi Dini/Tes Urine sebanyak 38 kali pada 1.546 orang di sekolah, pemerintah, masyarakat, swasta dengan alat rapid test urine yang difasilitasi oleh pemerintah daerah Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan setempat.

“Kawasan rawan narkoba adalah wilayah yang diidentifikasi adanya indikator pokok dan indikator pendukung kerawanan narkoba, adapun indikator pokok kerawanan narkoba: 1).Terjadinya kasus kejahatan narkoba, 2).Adanya produksi narkoba, 3).Adanya Bandar dan pengedar narkoba, 4).Adanya entry point narkoba, 5). Adanya kurir narkoba, 6). Adanya barang bukti narkoba, 7).Adanya penyalahgunaan narkoba, 8).Angka kriminalitas/aksi kekerasan. Sedangkan indikator pendukung kerawanan narkoba adalah 1).Banyaknya tempat hiburan malam, 2).Tempat hunian privasi tinggi/ kos kosan, 3). Angka kemiskinan, 4).Ketiadaan sarana publik dan 5).Rendahnya interaksi sosial masyarakat”, tuturnya.

Ia menyampaikan, bahwa BNNK Sumbawa Barat juga melakukan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) atau Workshop Pembentukan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan pendidikan sasarannya adalah guru BK tingkat SMP/SMA KSB, lingkungan masyarakat yaitu ibu Bhayangkari dan Persit serta di lingkungan swasta yaitu karyawan PT AMNT dan mitra kerjanya.

“BNNK Sumbawa Barat juga melakukan Skrining Intervensi Lapangan(SIL) di wilayah kerja puskesmas Maluk, SMAN 2 Taliwang, SMPN 3 Taliwang dan SMKN 1 Taliwang. Skrining Intervensi Lapangan adalah kegiatan yang bertujuan untuk menjangkau dan mengidentifikasi pecandu dan penyalahgunaan narkotika di suatu instansi atau wilayah yang terdapat resiko penyalahgunaan narkotika”, ujarnya. Pada tahun ini rehabilitasi rawat jalan yang telah dilakukan di Klinik Pratama BNN KSB sebanyak 56 orang yang 14 diantaranya dirujuk untuk rawat inap maupun konsultasi ke psikiater.

Diakhir kegiatan Indah Poernomosari menjelaskan, BNNK melakukan operasi gabungan bersama Polres Sumbawa Barat, Kodim 1628 Sumbawa Barat dan Sat Pol PP di tempat hiburan malam dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, BNNK Sumbawa Barat juga melakukan deteksi penyalahgunaan narkoba melalui tes urine dalam rangka menyambut hari raya idul fitri (arus mudik)_bertempat di pelabuhan Poto Tano sasarannya adalah sopir bis, truk, dan travel.

“Kami tidak akan mampu menangani penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat dengan maksimal dikarenakan jumlah personil BNNK Sumbawa Barat hanya 23 orang, tentu kami berharap kepada seluruh stakeholder dan masyarakat KSB untuk bersinergi, bekerjasama melawan penyalahgunaan & peredaran gelap narkoba,” ungkapnya (Rozak).