Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai memperkuat upaya penanganan pengangguran melalui pelaksanaan Job Fair 2026 yang dipadukan dengan pengembangan platform digital dan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi jangka panjang untuk memperluas akses kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Kegiatan digelar selama dua hari, dari tanggal 20–21 Mei 2026, di halaman kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kabupaten Lombok Utara tersebut dibuka Wakil Bupati, Kusmalahadi Syamsuri, dan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 34 perusahaan ikut berpartisipasi dengan menyediakan lebih dari 670 lowongan pekerjaan bagi pencari kerja di Lombok Utara dan wilayah sekitarnya. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 154 pencari kerja telah mendaftar dan sekitar 63 persen di antaranya merupakan warga Lombok Utara.

Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, pelaksanaan Job Fair merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.

“Ini komitmen kita. Insyaallah tiap tahun tetap kita laksanakan. Tapi ke depan tidak hanya offline, kita akan coba online-kan juga supaya kesempatan kerjanya lebih luas dan tidak terbatas waktu,” ujar Kusmalahadi.

Menurut dia, sistem daring nantinya memungkinkan proses perekrutan tenaga kerja berlangsung lebih fleksibel. Perusahaan tidak perlu menunggu pelaksanaan Job Fair tahunan untuk membuka lowongan, sementara masyarakat dapat mengakses informasi pekerjaan kapan saja.

Langkah digitalisasi tersebut dinilai penting karena pemerintah daerah masih menemukan persoalan keterbatasan akses informasi lowongan kerja di masyarakat. Bahkan saat kegiatan berlangsung, masih terdapat warga yang belum mengetahui adanya pembukaan rekrutmen.

“Kadang pencari kerja ini belum tahu ada lowongan. Artinya kita memang harus memperkuat sosialisasi dan memperbanyak akses informasi,” katanya.

Selain memperkuat sistem informasi berbasis digital, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan pola pemantauan penyerapan tenaga kerja melalui laporan harian yang terintegrasi di DPMPTSP & Naker.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyadari persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan kompetensi tenaga kerja lokal. Karena itu, Balai Latihan Kerja (BLK) yang baru diresmikan mulai diarahkan untuk menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan industri.

Saat ini, dua program pelatihan telah berjalan, yakni perbengkelan dan tata rias. Namun, pemerintah menilai kebutuhan pasar kerja ke depan akan semakin besar, terutama untuk peluang kerja luar negeri yang dinilai cukup menjanjikan bagi tenaga kerja asal Lombok Utara.

Kusmalahadi mengatakan, kendala utama yang masih dihadapi tenaga kerja lokal adalah kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

“Permintaan tenaga kerja luar negeri cukup besar. Kendala kita masih di bahasa. Karena itu nanti kita akan kerja sama dengan beberapa LPK untuk pelatihan bahasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP-Naker, Evi Winarni, mengungkapkan bahwa sistem Job Fair daring nantinya akan memanfaatkan aplikasi “Gili Matra” yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah daerah. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi lowongan kerja secara langsung.

“Nanti semua loker bisa diakses masyarakat lewat aplikasi. Jadi tidak harus menunggu kegiatan offline,” kata Evi.

Ia menjelaskan, sistem digital tersebut juga akan mendukung proses penempatan tenaga kerja luar negeri, termasuk pengurusan dokumen dan koordinasi dengan BP2MI untuk penempatan ke sejumlah negara, seperti Yunani dan Jerman.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menargetkan mayoritas lowongan yang tersedia dapat diserap tenaga kerja lokal. Pada tahun lalu, sekitar 70 persen dari 900 lowongan kerja yang tersedia berhasil diisi oleh warga Lombok Utara.

Melalui kombinasi Job Fair tahunan, platform digital, dan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai membangun sistem penanganan pengangguran yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.(D)