Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Saat memasuki tahap pemilihan kembali kepengurusan, HIMMAH NWDI, sebuah organisasi yang diharapkan dapat berperan sebagai motor penggerak kegiatan sosial dan intelektual, justru menunjukkan tanda-tanda ketidakaktifan yang mencolok. Hingga saat ini, tidak ada agenda sosialisasi yang jelas dan terstruktur. Banyak anggota mulai merasa khawatir tentang masa depan organisasi ini, yang ditandai dengan kurangnya inisiatif dan kegiatan, terutama menjelang pemilihan yang akan digelar pada tanggal 12-13 Juli 2025.
Keresahan dari anggota dan pemerhati organisasi pun mulai mengemuka. Mereka mempertanyakan komitmen serta keseriusan pengurus saat ini dalam menjaga keberlangsungan operasional organisasi. Keadaan ini mengundang perhatian berbagai pihak yang melihat stagnasi ini sebagai cerminan lemahnya manajemen yang ada, yang dinilai terlalu terpusat pada segelintir figur. Hal ini mengakibatkan terhambatnya potensi kader-kader baru yang lebih progresif dan visioner untuk berkontribusi dalam organisasi.
Hanan Wahyuda, seorang pengamat organisasi yang akrab disapa Yuda, mengungkapkan kepada wartawan media ini bahwa, ketidakaktifan menjelang pemilihan ini adalah sinyal bahaya bagi masa depan HIMMAH NWDI.
“Kalau sampai pemilihan saja tidak ada persiapan, bagaimana publik bisa percaya bahwa organisasi ini punya masa depan? Demokrasi organisasi perlu dijaga lewat transparansi, komunikasi terbuka, dan keterlibatan aktif semua elemen,” jelasnya. 3/7/2025
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus HIMMAH NWDI belum memberikan pernyataan resmi mengenai lambatnya proses pemilihan ini, menambah daftar kekhawatiran di kalangan anggota. Dalam konteks ini, anggota organisasi berharap agar dalam waktu dekat akan ada langkah konkret yang diambil untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi serta menjamin terselenggaranya pemilihan yang sehat dan demokratis.
Sementara itu, para anggota dan kader muda yang memiliki ide dan gagasan segar menantikan adanya reformasi dalam manajemen organisasi. Mereka menginginkan partisipasi yang lebih luas dan terbuka bagi semua elemen untuk membantu membangun HIMMAH NWDI menjadi organisasi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kehadiran HIMMAH NWDI sebagai wadah aspirasi dan pengembangan potensi pemuda sangat diharapkan tidak hanya sekadar dalam teori, tetapi juga dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Kini, adalah waktu yang tepat bagi pengurus untuk mengambil langkah maju yang diperlukan agar organisasi ini bisa kembali menggelora dengan cita-cita dan tujuan awal yang diharapkan. (Ramli Mji)
