Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Desa bersama seluruh masyarakat Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Desa Sambik Bangkol pada Senin (22/6/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah berdirinya desa sekaligus memperkuat komitmen membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Kepala Desa Sambik Bangkol, Suhaidi, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan hari jadi desa tidak semata-mata merupakan kegiatan seremonial, melainkan menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang desa sejak dimekarkan dari Desa Rempek pada tahun 2000.

“Hari ulang tahun desa bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum refleksi untuk melihat kembali perjalanan desa serta mengenang jasa para pendahulu dan pendiri Desa Sambik Bangkol. Semoga mereka yang telah wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan yang masih hidup senantiasa diberikan kesehatan,” ujar Suhaidi.

Menurutnya, selama 26 tahun terakhir Desa Sambik Bangkol telah menunjukkan berbagai kemajuan, baik di bidang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Memperkuat Kebersamaan Menuju Desa yang ASRI (Aman, Sehat, Religius, Inovatif, dan Mandiri),” pemerintah desa mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT sebagai penguat persatuan dalam mewujudkan desa yang semakin berdaya saing.

Namun demikian, Suhaidi mengakui bahwa pembangunan desa pada tahun ini menghadapi tantangan akibat menurunnya alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Kondisi tersebut berimbas pada sejumlah program pembangunan yang belum dapat direalisasikan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini. Ke depan, kami berharap dukungan pembangunan dapat diperoleh melalui anggaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar berbagai kebutuhan pembangunan desa tetap dapat diwujudkan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa status Desa Sambik Bangkol saat ini masih berada pada kategori desa maju dan belum mencapai status desa mandiri. Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya infrastruktur dasar, terutama kondisi jalan, serta masih tingginya angka stunting.

Menurut Suhaidi, kerusakan infrastruktur jalan menjadi persoalan yang cukup mendesak karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah ruas Jalan Jugil–Senjajak sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang hingga kini belum diaspal.

Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju kawasan wisata sekaligus jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Desa Sambik Bangkol juga mencatat sejumlah capaian pembangunan sepanjang tahun 2026. Desa ini berhasil memperoleh Program Desa Berdaya Tematik dari Pemerintah Provinsi senilai Rp300 juta. Di Kecamatan Gangga, hanya dua desa yang menerima program tersebut, yakni Desa Sambik Bangkol dan Desa Gondang.

Selain itu, pemerintah desa mulai menerima retribusi dari PDAM Amerta Dayan Gunung sebesar Rp7,5 juta per tahun. Meski demikian, pemerintah desa menilai nilai retribusi tersebut masih belum sebanding dengan jumlah pelanggan maupun dampak kerusakan jalan yang kerap terjadi akibat pekerjaan perbaikan dan pemasangan jaringan pipa.

Pada sektor ketahanan pangan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tetu Gati terus mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan ayam joper yang hingga kini menunjukkan hasil positif, khususnya usaha ayam joper yang telah memberikan kontribusi bagi perekonomian desa.

Sementara itu, program inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio gratis bagi ternak juga terus berjalan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 403 ekor ternak telah mendapatkan layanan program tersebut sebagai upaya meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga masih berlangsung di atas lahan hibah milik salah seorang tokoh masyarakat, H. Harun, warga Dusun Senjajak. Pemerintah desa berharap pembangunan tersebut dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Desa Sambik Bangkol berkomitmen terus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui berbagai inovasi dan pengembangan potensi lokal. Langkah tersebut akan dilakukan dengan memperkuat kerja sama bersama pemerintah maupun organisasi nonpemerintah (NGO), khususnya dalam pengelolaan potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Menutup sambutannya, Suhaidi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas berbagai kekurangan selama hampir tiga tahun memimpin desa. Ia berharap kritik dan saran dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.

“Kami memohon doa, dukungan, serta masukan dari seluruh masyarakat agar pemerintahan desa dapat terus memberikan pelayanan yang lebih baik. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat gotong royong agar Desa Sambik Bangkol tetap menjadi desa yang aman, nyaman, dan kondusif,” tuturnya.

Suhaidi kemudian menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang mengajak masyarakat terus bersatu membangun desa.

“Pergi ke pasar membeli lada, jangan lupa membeli ketan. Mari bersama membangun desa, agar sejahtera di masa depan.”(D)