CEO Lombok ID, Adil Jhon bersama Istri (Poto Dok. Doel MJI).

Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Ratusan warga memadati pesisir Pantai Lendang Luar, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (17/6/2026), untuk menghadiri kegiatan gathering yang diselenggarakan oleh perusahaan pengembang kawasan pariwisata Lombok International Development (Lombok ID).

Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan manajemen perusahaan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Lombok. Dentuman Gendang Beleq dan atraksi budaya Presean menjadi daya tarik utama yang menghibur warga. Suasana semakin semarak dengan hiburan rakyat, sajian makanan gratis, serta pengundian berbagai hadiah doorprize, mulai dari televisi, kulkas, sepeda gunung, hingga hadiah utama berupa sepeda motor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Evi Winarni, CEO Lombok ID Adil Jhon, Manajer Lombok ID Azmi, ST, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Malaka, termasuk Kapolsek Pemenang.

Dalam sambutannya, CEO Lombok ID Adil Jhon menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya merupakan pengembangan dari proyek awal PT Villas Mendi Indo melalui proyek Lombok Souls. Berbekal pengalaman tersebut, pihaknya kemudian merancang pengembangan kawasan strategis di Kabupaten Lombok Utara, khususnya di wilayah Lendang Luar dan sekitarnya.

“Lombok ID dibentuk sebagai payung utama berbagai proyek pengembangan berskala besar, termasuk proyek Ayuara dan sejumlah proyek lain yang akan dikembangkan pada masa mendatang,” ujar Adil.

Menurut dia, Lombok ID kini telah berkembang menjadi komunitas klien internasional dengan jaringan pemasaran yang menjangkau berbagai negara, seperti Dubai, Singapura, kawasan Timur Tengah, hingga Eropa. Pengembangan proyek juga didukung oleh PT Adil Karya yang bergerak di bidang konstruksi untuk menangani berbagai proyek berskala besar.

Sementara itu, Manajer Lombok ID Azmi mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan tengah mengerjakan dua proyek infrastruktur pariwisata utama di Lombok Utara, yakni pembangunan Villa Avanzha dan Hotel Aiwara.

Kedua proyek tersebut telah berjalan sejak 2024. Azmi menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

“Tekad kami sejak 2024 adalah membangun dari pinggiran, dimulai dari Dusun Lendang Luar. Alhamdulillah, hingga hari ini tidak ada satu pun pemuda di Lendang Luar yang menganggur. Semua sudah terserap dalam lapangan pekerjaan,” kata Azmi.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan yang dapat diterapkan di dusun-dusun lain di Kabupaten Lombok Utara. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan dan sinergi berkelanjutan antara perusahaan dan pemerintah daerah.

Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Lombok ID mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Bupati Najmul Akhyar menilai kehadiran investasi di sektor pariwisata telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.

Menurut Najmul, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi alam yang luar biasa dan dapat menjadi sumber kesejahteraan apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

“Lombok Utara dianugerahi kondisi alam yang luar biasa. Apabila kita mampu mengelolanya dengan baik dan jujur, maka alam ini akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah daerah mencatat bahwa fokus pengembangan pariwisata Lombok ID saat ini berada di dua kawasan strategis, yakni Bayan dan Lendang Luar. Melalui konsep community-based tourism atau pariwisata berbasis komunitas, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi pasar bagi produk lokal serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Najmul juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan aparat keamanan dalam mengawal proses pembangunan daerah. Menurut dia, model pengembangan pariwisata yang inklusif memiliki potensi besar untuk menekan angka pengangguran secara bertahap di seluruh wilayah Lombok Utara.

“Dunia pariwisata menawarkan peluang yang sangat luas. Tugas kita adalah terus belajar, menangkap setiap kesempatan yang ada, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Dengan meningkatnya investasi di sektor pariwisata dan semakin besarnya keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai proyek pembangunan, Kabupaten Lombok Utara optimis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.(D)