Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Puncak kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara ditandai dengan Festival Drumband Tingkat SD dan SMP Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (31/8/2026).

Festival yang digelar Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) bersama Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Lombok Utara itu diikuti belasan kontingen dari berbagai kecamatan. Penampilan para pelajar berlangsung semarak dan disaksikan Bupati Lombok Utara, Sekretaris Daerah Lombok Utara Sahabudin, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Pada kategori SMP, SMPN 5 Bayan berhasil meraih Juara Umum I. Posisi kedua ditempati SMPN 1 Bayan, sedangkan MTs Assafiiyah Pemenang meraih Juara Umum III.

Sementara itu, pada kategori SD, SDN 1 Anyar keluar sebagai Juara Umum I. SDN 2 Batu Rakit menempati peringkat kedua dan SDN 1 Pemenang Barat berada di posisi ketiga.

Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi musik dan baris-berbaris. Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para pelajar.

“Bagi saya, kegiatan ini merupakan sekolah lapangan bagi pelajar untuk belajar tentang kerja sama tim, ketepatan waktu, dan kekompakan,” ujar Kusmalahadi.

Ia menilai nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Melalui drumband, siswa juga belajar menghargai proses, menerima kekalahan dengan lapang dada, serta merayakan kemenangan dengan rendah hati.

“Drumband ini bukan hanya soal siapa yang paling keras suaranya atau siapa yang paling rapi barisannya. Ini adalah sarana menanamkan karakter,” katanya.

Kusmalahadi juga mengapresiasi para pelatih dan sekolah yang selama ini membina para siswa hingga mampu menampilkan pertunjukan yang memukau di hadapan penonton.

Menurut dia, kegiatan seni seperti drumband perlu terus mendapat dukungan agar aktivitas sosial dan kreativitas anak tetap berkembang di tengah pesatnya penggunaan teknologi dan gawai.

Antusiasme peserta yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kata Kusmalahadi, menunjukkan besarnya minat pelajar terhadap kegiatan tersebut. Karena itu, ia mendorong Dikbudpora dan PDBI Lombok Utara untuk terus menyediakan ruang kreatif bagi pelajar.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Baik yang meraih juara maupun yang belum beruntung, tetap semangat dan jangan kecewa. Sesungguhnya tugas utama anak-anak semua adalah belajar,” ujarnya.

Kusmalahadi turut memberikan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pijakan bagi generasi muda Lombok Utara untuk mengembangkan bakat sekaligus mengharumkan nama daerah.

“Selamat kepada yang meraih juara hari ini. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda Lombok Utara memiliki talenta emas yang siap mengharumkan nama daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PDBI Lombok Utara RR Pungki Handini mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Drumband 2026. Ia mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini Festival Drumband 2026 bisa terlaksana dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan suasana yang semakin meriah,” kata Pungki.

Menurut dia, peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme pelajar terhadap seni pertunjukan drumband. Pungki optimistis festival tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin bergengsi bagi pelajar di Lombok Utara.

Ia berharap pelaksanaan festival pada tahun-tahun berikutnya semakin meriah. Selain sebagai wadah kompetisi, kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan karakter dan kreativitas siswa melalui seni pertunjukan yang menuntut disiplin serta kerja sama tim.

“Harapannya, pada tahun-tahun berikutnya semakin meriah. Ini bukan hanya wadah kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pendidikan karakter dan kreativitas siswa,” ujar Pungki.(D)