Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri membuka Pelatihan dan Sertifikasi Pelaksanaan Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Jenjang 4 Tahun 2026 di Lesehan Balap Tanjung, Lombok Utara, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kabupaten Lombok Utara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) konstruksi.

Dalam sambutannya, Kusmalahadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat hanya dilihat dari aspek fisik. Menurut dia, kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan sekaligus keberlanjutan aset infrastruktur yang dibangun.

“Peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan kebutuhan mendesak,” ujar Kusmalahadi.

Ia menekankan, sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi bukti administratif berupa sertifikat. Sertifikasi merupakan bentuk pengakuan terhadap kemampuan seseorang sekaligus tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara profesional di lapangan.

Kusmalahadi menilai pelatihan tersebut memiliki arti penting karena sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Lombok Utara.

Keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal, kata dia, dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Karena itu, pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi harus dilakukan dengan memperhatikan standar teknis, keselamatan kerja, serta metode pelaksanaan yang tepat.

“Saya berharap para peserta tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi benar-benar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Serap ilmu dari instruktur, jangan ragu berdiskusi, dan bagikan pengalaman lapangan kalian,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR-PKP Kabupaten Lombok Utara Bambang Gunawan mengatakan, pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan wujud konkret komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM konstruksi.

Menurut Bambang, kegiatan itu berlangsung selama dua hari, yakni 31 Agustus hingga 1 September 2026. Pelaksanaannya berpedoman pada peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi serta kebijakan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali tenaga pelaksana lapangan dengan standar teknis yang ketat,” kata Bambang.

Materi pelatihan mencakup metode pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi, aspek mutu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengendalian pekerjaan di lapangan.

Seluruh materi tersebut disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Bambang berharap kegiatan itu dapat mendorong tersedianya tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional di Lombok Utara.

Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh sertifikasi sesuai jenjang keahlian, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan untuk mendukung kualitas pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan irigasi.

Bambang menjelaskan, peserta pelatihan merupakan tenaga kerja konstruksi yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap aset infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan dan fungsi optimal karena ditangani oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidangnya.

Ia berharap pelatihan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan profesionalisme tenaga kerja konstruksi di Lombok Utara.

“Semoga pelatihan ini menjadi fondasi kuat bagi profesionalisme SDM kita, sehingga pembangunan infrastruktur irigasi di Lombok Utara semakin berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bambang.(D)