Lombok Tengah.mediajurnalindonesia.id- Pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Lombok Tengah pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Hingga pertengahan tahun 2026, total penghimpunan dana ZIS mencapai Rp17,6 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp.12,5 Miliar, peningkatan ini sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Lombok Tengah.

Wakil Ketua BAZNAS Lombok Tengah Tgh. Lalu Mala Syar’i LC, kepada mediajurnalindonesia, Selasa (19/5/2026) saat menyerahkan bantuan di Aula Kantor Camat Praya Tengah menyampaikan, bahwa peningkatan penghimpunan dana tidak terlepas dari berbagai upaya pembenahan sistem pengelolaan, transparansi laporan keuangan, serta penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Tuan Guru Mala tegaskan, masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar distribusinya lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi penerima manfaat.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini penghimpunan zakat, infak, dan sedekah mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai Rp17,6 miliar. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap BAZNAS Lombok Tengah semakin tinggi,” ujar Tuan Guru Mala.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh sinergi antara pemerintah daerah, aparatur sipil negara,kalangan profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Pengacara, Ikatan Kontraktor dan Pengusaha, pelaku usaha lainnya serta masyarakat umum yang semakin aktif menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Selain itu, digitalisasi layanan pembayaran zakat juga dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajibannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS Lombok Tengah terus melakukan inovasi pelayanan, termasuk menghadirkan sistem pembayaran berbasis digital, layanan jemput zakat, hingga publikasi rutin terkait penggunaan dana yang berhasil dihimpun.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam membangun transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Dana ZIS yang terkumpul selanjutnya disalurkan ke berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, bantuan kesehatan, renovasi rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha mikro, hingga program bantuan konsumtif bagi fakir miskin dan kaum dhuafa.

Selain itu, BAZNAS juga aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam serta mendukung program pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan program pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang profesional, dana zakat tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh Baznas Loteng. Pemda menilai keberhasilan penghimpunan zakat hingga Rp17,6 miliar menjadi indikator meningkatnya kesadaran sosial masyarakat dan kuatnya budaya gotong royong masyarakat di Lombok Tengah.

Pemkab juga berharap capaian itu dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat. Keberadaan BAZNAS dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Dengan meningkatnya kepercayaan publik, BAZNAS Lombok Tengah optimistis penghimpunan zakat, infak, dan sedekah akan terus tumbuh. Lembaga tersebut berkomitmen menjaga amanah masyarakat melalui pengelolaan yang transparan, profesional, dan tepat sasaran demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah yang lebih merata.(Ftr).