Mataram, NTB, Mediajurnalindonesia.id– Ribuan mahasiswa Universitas Bima Internasional (UNBIM) MFH memadati halaman kampus dalam perayaan Dies Natalis ke-1 yang berlangsung meriah pada Sabtu malam (25/4/2026). Mengusung tema “Meneruskan Gerak, Memperluas Dampak”, perayaan ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan satu tahun UNBIM sejak bertransformasi dari Politeknik Medica Farma Husada menjadi universitas.
Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 23.00 WITA tersebut turut dihadiri jajaran pejabat penting, pengurus yayasan, serta seluruh civitas akademika UNBIM. Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai tasyakuran milad perdana ini.
Rektor UNBIM, Dr. Apt. Ajeng Dianpratiwi, M.Farm., menyampaikan rasa syukur atas capaian institusi dalam waktu yang relatif singkat. Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun satu tahun, UNBIM berhasil meraih 23 hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
“Kami sangat bersyukur, UNBIM telah menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul. Selain capaian hibah, kami juga berkontribusi dalam kajian penurunan angka stunting di Lombok Barat serta memperoleh penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VIII,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi UNBIM untuk terus berkembang sebagai kampus adaptif yang mampu mencetak lulusan berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pembina UNBIM MFH, Associate Prof. Dr. Syamsuriansah, dalam kesempatan tersebut menjelaskan filosofi penamaan “Bima” yang diambil dari tokoh pewayangan sebagai simbol ketangguhan, keberanian, dan kepemimpinan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membentuk karakter mahasiswa UNBIM.
“Kami ingin melahirkan generasi yang berpikir kritis, pantang menyerah, serta memiliki kepedulian sosial tinggi dan terbuka terhadap keberagaman,” jelasnya.
Ia juga menyoroti komitmen lingkungan UNBIM yang selaras dengan Hari Bumi Sedunia pada 22 April, yang menjadi tanggal berdirinya universitas. Berbagai program seperti gerakan Zero Waste dan pengurangan penggunaan plastik terus digalakkan sebagai bagian dari tanggung jawab institusi terhadap lingkungan.
Dalam aspek pengembangan, UNBIM mencatat pertumbuhan signifikan jumlah mahasiswa, dari hanya 11 orang saat masih berbentuk politeknik menjadi sekitar 1.500 mahasiswa saat ini. Yayasan Medika Cipta Mandiri juga telah menyiapkan lahan seluas satu hektare di Lombok Barat untuk mendukung ekspansi kampus ke depan.
Tak hanya di tingkat nasional, UNBIM MFH juga menunjukkan kiprah di kancah internasional. Salah satunya melalui penghargaan dalam ajang Aptisi Awards di Bali sebagai perguruan tinggi swasta dengan program studi umum terbanyak. Sebagai bentuk apresiasi internal, yayasan juga memberikan hadiah umroh kepada dua dosen berprestasi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, memberikan apresiasi atas capaian UNBIM. Ia menilai UNBIM sebagai contoh perguruan tinggi yang sehat dan adaptif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
“UNBIM telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menyehatkan ekosistem pendidikan tinggi, dengan program studi yang relevan dan dibutuhkan masyarakat. Kami optimis UNBIM dapat menjadi pusat keunggulan akademik di Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, UNBIM optimistis dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi nasional, sekaligus menjadi perguruan tinggi unggul yang memberikan dampak luas bagi masyarakat. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan