SUMBAWA BARAT.Mediajurnalindonesia.id – Membawa semangat “Dari Desa untuk Indonesia”, Jhuldy Arman Pratama, pemuda asal Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, berkesempatan memperluas wawasan melalui kegiatan International Youth Connection yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia pada 20-23 April 2026.
Keikutsertaan Jhuldy dalam kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membawa perspektif “Dari Lokal ke Global”. Sebagai Wakil Ketua Karang Taruna Desa Bukit Damai, ia memanfaatkan ruang ini untuk bertukar gagasan mengenai isu aksi iklim atau Climate Action bersama delegasi dari berbagai provinsi. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana inisiatif tingkat desa dapat dikembangkan agar selaras dengan standar solusi berkelanjutan di tingkat internasional.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian ini adalah kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Dalam kesempatan tersebut, Jhuldy secara proaktif menyampaikan aspirasi mengenai penguatan jejaring antara pemuda daerah dengan perwakilan Indonesia di luar negeri. Ia berdiskusi mengenai upaya KBRI dalam menampung aspirasi pemuda, serta mengeksplorasi peluang kerja sama yang bisa dibangun agar pemuda lokal, khususnya dari Kabupaten Sumbawa Barat, mendapatkan akses kolaborasi internasional yang lebih luas.

Dalam rangkaian kegiatan di Malaysia, Jhuldy juga mengenakan Sapu Tobo, ikat kepala khas Sumbawa, saat sesi debat dan presentasi proyek. Baginya, ini adalah cara sederhana untuk tetap membawa identitas daerah di tengah lingkungan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan dalam dinamika global tetap bisa berjalan beriringan dengan menjaga jati diri asal.
Selama empat hari, eks Wakil Presiden Mahasiswa BEM Politeknik Negeri Samarinda ini mengikuti berbagai agenda edukatif, termasuk kunjungan ke National University of Singapore (NUS) dan University Malaya. Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran mengenai tata kelola inovasi dan teknologi yang relevan untuk dipelajari.
Bagi Jhuldy, pengalaman organisasi di tingkat lokal seperti Karang Taruna memberikan dasar yang cukup penting untuk beradaptasi di lingkungan baru. Perjalanan ini ia maknai sebagai proses belajar untuk memperkaya perspektif diri, dengan harapan apa yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pengembangan potensi pemuda di tanah kelahirannya. (*)

Tinggalkan Balasan