Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Yayasan PLAN International Indonesia menggelar Pelatihan Sahabat Pengadilan dalam Program Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak (Gemercik) di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, Senin (26/1/2026), bertempat di Hotel Bay Marina.

Pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) KLU Faturrahman, SST, Ketua Yayasan PLAN International Indonesia Area Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabaruddin, serta sejumlah undangan dari unsur pemerintah dan mitra terkait.

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan apresiasi kepada PLAN International Indonesia Area NTB atas komitmennya dalam mendukung upaya perlindungan anak di Lombok Utara. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan lembaga mitra untuk menekan angka perkawinan anak.

“Program ini menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah perkawinan usia dini yang berdampak panjang, salah satunya risiko stunting pada anak yang dilahirkan,” ujar Kusmalahadi.

Ia juga mengingatkan para peserta pelatihan yang tergabung sebagai Sahabat Pengadilan agar mampu menjadi teladan bagi generasi muda di Lombok Utara. Menurutnya, peserta terpilih merupakan putra-putri terbaik daerah yang diharapkan dapat menyerap materi secara maksimal dan menyebarkannya kepada lingkungan sekitar.

“Jangan sampai anak-anak justru menjadi pelopor pelanggaran aturan yang telah ditetapkan. Kalian dipersiapkan sebagai agen perubahan dan kelak akan mengisi posisi-posisi strategis di pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan PLAN International Indonesia Area NTB, Sabaruddin, dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Gemercik dirancang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan dan berpeluang untuk diperpanjang sesuai dengan hasil dan kebutuhan daerah.

Ia menambahkan, jika tidak ada kendala, Duta Besar Inggris yang berkedudukan di Jakarta direncanakan akan berkunjung ke Lombok Utara untuk berdiskusi langsung dengan jajaran pemerintah daerah terkait pengembangan Program Gemercik.

“Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan terbukti mampu menurunkan angka perkawinan anak secara signifikan,” ujar Sabaruddin.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para Sahabat Pengadilan mampu berperan aktif dalam edukasi, advokasi, serta pendampingan anak dan remaja, sehingga tujuan mewujudkan generasi Lombok Utara yang sehat, berpendidikan, dan bebas dari praktik perkawinan anak dapat tercapai.(AB)