Mataram, Mediajurnalindonesia.id- Dalam menghadapi derasnya arus perubahan birokrasi dan tuntutan digitalisasi tata kelola, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar kegiatan pembinaan bertajuk “UIN Mataram dalam Dinamika Perubahan Cepat Dunia Birokrasi.” Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2025) tersebut menghadirkan Prof. Dr. Nursyam, M.Si., Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Tim Penasehat Ahli Menteri Agama RI.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan fungsional UIN Mataram sebagai bagian dari upaya memperkuat orientasi tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar semakin adaptif, partisipatif, dan berbasis nilai.

Dalam paparannya, Prof. Nursyam menekankan bahwa birokrasi modern tidak lagi bisa dijalankan dengan pendekatan administratif semata, melainkan harus bertransformasi menjadi sistem yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan kemanusiaan.

“Birokrasi perguruan tinggi Islam harus menjadi cerminan kepemimpinan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki jiwa. Itulah yang saya sebut sebagai friendly leadership — kepemimpinan yang menggerakkan dengan keteladanan, bukan hanya dengan kekuasaan,” ujar Prof. Nursyam, penulis buku “Friendly Leadership: Kepemimpinan sebagai Roh Manajemen” dan “Integrasi Ilmu Madzab Indonesia.”

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya integrasi ilmu dan pendekatan sosiologis dalam membangun tata kelola yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, dunia PTKIN membutuhkan kepemimpinan yang memahami dinamika sosial, bukan sekadar terjebak pada rutinitas birokrasi.

“Integrasi ilmu bukan hanya proyek akademik, tetapi paradigma berpikir yang menghubungkan antara agama, sains, dan nilai kemanusiaan dalam pengelolaan lembaga pendidikan tinggi Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas gagasan visioner yang disampaikan oleh Prof. Nursyam. Ia menilai, pembinaan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kelembagaan terhadap tata kelola yang profesional dan berintegritas tinggi.

“Kita hidup di masa ketika kecepatan perubahan menuntut kesiapan mental, etos kerja, dan tata kelola yang terus belajar. Spirit yang disampaikan Prof. Nursyam sejalan dengan arah transformasi UIN Mataram menuju universitas unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.

Suasana pembinaan berlangsung hangat dan interaktif, diwarnai dengan pertukaran gagasan antara peserta dan narasumber seputar tantangan reformasi birokrasi, kepemimpinan humanis, serta integrasi ilmu dalam sistem manajemen PTKIN.

Melalui kegiatan ini, UIN Mataram menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak sekadar beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun tata kelola birokrasi yang cerdas, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. (Red/ RJ)