Gerung, Mediajurnalindonesia.id- Lombok Barat menjadi pusat perhatian saat H. Lalu Daryadi, yang akrab disapa Mamiq Dar, memasuki ruang Bupati. Kehadirannya disambut dengan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan pengamat politik. Basriadi, pengamat dari Sekolah Tinggi Syariah Darussalam (STISDA), mencermati kedatangan Mamiq Dar sebagai langkah klarifikasi yang mendesak di tengah isu yang sedang berkembang. 26/8/2025
Beberapa waktu lalu, aksi demonstrasi yang digerakkan oleh para aktivis Aliansi Mahasiswa Masyarakat Ntb menimbulkan spekulasi mengenai dukungan finansial dari salah satu anggota DPRD Lombok Barat, Lalu Ivan. Rangkaian aksi tersebut ditengarai memiliki muatan politik yang tak sepenuhnya transparan. Menanggapi hal ini, Mamiq Dar, dengan keberaniannya, memilih untuk datang dan memberi klarifikasi, sebuah upaya yang menurut Basriadi merupakan bentuk tabayyun mencari kebenaran dan kejelasan di antara arus informasi yang mungkin keliru.
Menurut Basriadi, kedatangan Mamiq Dar bukan sekadar aksi gimik atau pencarian citra diri; ia melihat ini sebagai teladan penting dalam kepemimpinan.
“Seorang pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakan dan pernyataannya. Masyarakat berhak mendapatkan keadilan dan pelayanan yang baik,” tegasnya.
Dalam suasana yang hiruk-pikuk ini, Mamiq Dar berupaya menjelaskan bahwa tindakan aktifis yang terjadi bukanlah suatu produk dari simbiosis negatif antara politisi dan demonstran.
Persepsi yang beragam mengenai kedatangan Mamiq Dar menggambarkan keberagaman sudut pandang masyarakat Lombok Barat. Ada yang melihatnya sebagai langkah positif untuk mengembalikan kepercayaan publik, sementara lain memandangnya dengan skeptis. Apa pun pandangan yang diusung, tindakan ini memberikan pelajaran berharga tentang kebutuhan akan komunikasi yang terbuka dalam ranah politik.
Dalam konteks ini, Mamiq Dar berupaya mengubah narasi yang berkembang. Alangkah pentingnya untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik, yang sering kali rapuh dalam balutan politik. Kedatangan ini tidak hanya sekadar klarifikasi; ia adalah pengingat akan tanggung jawab moral yang melekat dalam diri seorang pemimpin.
Dengan latar belakang yang kaya akan budaya dan sejarah, Lombok Barat berpotensi menjadi contoh nyata toleransi dan pluralisme dalam berpolitik. Kehadiran Mamiq Dar di ruang Bupati adalah momen simbolis yang menyiratkan harapan akan dialog yang lebih konstruktif antara pemerintah dan masyarakatnya. Di era di mana informasi seringkali disalahartikan, inisiatif untuk berbicara langsung dan transparan menjadi langkah krusial dalam menjalin hubungan yang harmonis.
Sebagaimana Lombok Barat melanjutkan perjalanan politiknya, kehadiran tokoh seperti Mamiq Dar membawa harapan akan sebuah kepemimpinan yang mendengarkan, menjawab, dan memberikan pelayanan terbaik bagi semua lapisan masyarakat. Tentu, waktu yang akan menjawab seberapa dalam makna dari langkah ini terhadap masa depan pemerintahan dan masyarakat Lombok Barat. (Ramli Mji)
