Jakarta.mediajurnalindonesia.id-Pertama kami mengucapkan selamat hari pendidikan nasional yang jatuh hari Jum, at 2 Mei 2025, Semoga pendidikan nasional semakin maju berkembang moderen untuk menyiapkan tenaga tenaga trampil siap pakai menuju Indonesia emas.(3 Mei 2025)

Marak sebagian masyarakat dimana mana di negeri tercinta Indonesia (NKRI) memprotes dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke 7 JOKO WIDODO yang di keluarkan oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta sehingga menimbulkan kegaduhan dimana mana.

Dengan menimbulkan kegaduhan muncul seorang PENDEKAR KEADILAN dari ujung timur kota angin mamiri Sulawesi Selatan Haji KOMARDIN yang selalu disapa nama KOMAR dengan panggilan hati nurani melakukan langkah langkah hukum di negeri tercinta Indonesia (NKRI).

Langkah langkah hukum PENDEKAR KEADILAN Haji KOMARDIN yang disapa nama KOMAR lewat ketua pengadilan negeri Sleman dalam gugatan perbuatan melawan hukum Rektor UGM Yogyakarta dan jajarannya (tergugat 1 sd 4).

Langjut, kegaduhan dimana mana yang berdampak kesemua sektor dan mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap Dolar.

Sambung, nilai utang yang mau dibayar akhir tahun 2025 adalah sebesar 800,33 triliun dengan asumsi dolar 15.500/$, dengan adanya kegaduhan ini dolar naik menjadi 16.840/$ berarti negara harus menanggung menambah beban bayar 69 triliun lebih, itu baru sebatas bunga saja, belum masuk utang pokok oleh karena itu harus diselesaikan cepat.

Sambung kembali, langkah hukum kami terhadap rektor UGM Yogyakarta dan jajarannya (tergugat 1 sd 4) membayar kerugian materil 69 triliun lebih ke negara dan inmateriil 1000 triliun (3/5/2025).

Jelas Ketua Dewan Pengawas Sahabat Awak Media Pertanian Indonesia(SAMPI) JERRY ROGER, memberikan apresiasi dan suport langkah langkah hukum yang diambil Haji KOMARDIN (Komar) melakukan gugatan perbuatan melawan hukum oleh rektor UGM Yogyakarta dan Jajarannya dalam hal ini tergugat 1 sampai dengan tergugat 4.

Harapannya, percayakan pada APH untuk memproses dugaan ijazah palsu Presiden ke 7 JOKO WIDODO supaya tidak ada lagi timbul kegaduhan disana sini, yang tentu kita kita yang rugi sendiri dan masyarakat.(Daeng.S)