Foto : Kementerian Pertanian, Jl. Harsono Rm Dalam, No. 3 Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan -12550
Jakarta.mediajurnalindonesia.id-
Korupsi adalah musuh nyata yang berdampak buruk terhadap petani, nelayan dan rakyat Indonesia, korupsi harus benar-benar dibersihkan dan dilenyapkan di Bumi Indonesia merah putih tercinta tentu ada peran serta dukungan dan laporan masyarakat.
Negara Komunis China yang TIDAK BERTUHAN saja sudah memberlakukan, menerapkan HUKUMAN MATI bagi para KORUPTOR, terbukti korupsi sudah mulai berkurang dengan indeks rata-rata sebesar 36,19 poin, tertinggi sebesar 45,00 poin dan terendah sebesar 21,60 poin.
Untuk dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia mulailah menerapkan HUKUMAN MATI bagi KORUPTOR, kembali tergantung pada keberanian majelis hakim karena sudah jelas diatur dalam Undang Undang nomor 31 tahun 1999 yang sudah diperbaruhi dengan Undang Undang nomor 20 tahun 2001 mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi yang mengatur hukuman mati, saat negara di landa krisis, bencana alam, atau dalam keadaan tertentu, kuncinya kembali pada keberanian majelis hakim.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga ketua pusat alumni Universitas Hasanuddin (IKA-UNHAS) dan pada tgl.12 April 2025 baru saja terpilih sebagi Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) , di lingkup Kementerian Pertanian sudah Gas Pol dalam memberantas korupsi, tidak alergi dalam keritikan, tidak kenal kompromi, tidak kenal toleransi, tidak ada negoisasi, tidak ada pandang bulu bagi anak buahnya yang melakukan korupsi di lingkup Kementerian Pertanian dan tetap sabar fokus bekerja demi tercapai program pemerintah swasembada pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman putra asal Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, dari keluarga turunan bangsawan (darah biru) dan keluarga pejuang yang sudah menimpah sejak dini diterapkan pada dirinya menjadikan bermental baja, bagaimana bersikap jujur, disiplin waktu, tegas dalam bekerja, alhasil terbukti memberikan dampak baik di lingkup Kementerian Pertanian, para petani, nelayan dan rakyat Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang selalu pro petani untuk kesejahteraannya, di kenal keras tegas terhadap pelaku korupsi di lingkup Kementerian sudah terbukti memberikan hasil nyata sewaktu menjadi Menteri Pertanian tahun 2014-2019 maka Presiden ke 8 Prabowo Subianto memanggil kembali untuk bergabung di kabinet merah putih dengan memberikan amanah kepercayaan sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia tahun 2024-2029.
Ungkap Yusman Patahudin (44 tahun) petani asal Kecamatan Karang Pawitan Kab. Garut Jawa Barat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawa angin segar, harapan baru, semua bantuan pupuk, benih para petani aman, tepat waktu dan tepat sasaran.
Sementara itu,Jerry Roger Ketua Dewan Pengawas Sahabat Awak Media Pertanian Indonesia (SAMPI), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman luar biasa pemberani mau melakukan pemberhentian terhadap ASN Kementerian Pertanian yang melakukan korupsi, semua anak buah nya pada ketar ketir untuk mau melakukan atw coba coba mau korupsi di lingkup Kementerian Pertanian,(21/4/2025).
Langjut, Kementerian Pertanian saat ini telah di duduki, di pimpin oleh seorang ” The right man on the right job and the right time ” jika ada 10 menteri seperti Andi Amran Sulaiman maka yakinlah Indonesia akan maju, jaya menuju Indonesia emas dan bebas KKN (DaengS)
