Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id — Festival Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa (FLMBKS) tingkat SMP dan sederajat yang diselenggarakan oleh Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat mendapat apresiasi dari kalangan budayawan.

Kegiatan ini dinilai tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan pelajar, tetapi juga ruang strategis untuk menumbuhkan karakter, memperkuat identitas budaya, serta membangun kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi daerah.

Budayawan Sumbawa, H. Hasanuddin, yang akrab disapa Ka Aji Ace, menilai festival tersebut merupakan langkah positif dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenali, mengembangkan, dan mengekspresikan potensi diri.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap pembentukan kepribadian, kreativitas, kepekaan sosial, dan karakter anak didik melalui seni dan kebudayaan.

“Festival seperti ini menjadi wadah yang sangat positif bagi pengembangan minat dan bakat siswa. Melalui seni, anak-anak belajar tentang kedisiplinan, keberanian tampil, kerja sama, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda,” ungkap Ka Aji Ace.

Ia juga menilai festival ini memberikan ruang apresiasi yang luas, tidak hanya bagi para pelajar yang mewakili sekolah masing-masing, tetapi juga bagi masyarakat yang hadir untuk menyaksikan dan menikmati penampilan para peserta. Interaksi antara pelajar, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang hidup dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Ka Aji Ace memandang penyelenggaraan festival seni dan kreativitas pelajar memiliki arti penting dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah. Seni tradisi yang diperkenalkan, dipelajari, dipraktikkan, dan ditampilkan oleh generasi muda merupakan bagian dari proses pewarisan kebudayaan. Melalui proses tersebut, kebudayaan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan terus tumbuh dan menemukan bentuk aktualisasinya dalam kehidupan masyarakat masa kini.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kegiatan seni di lingkungan pendidikan perlu terus didorong agar menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus sarana memperkuat identitas dan jati diri generasi muda Sumbawa Barat.

“Pemajuan kebudayaan akan benar-benar terwujud ketika seni, tradisi, nilai, dan peradaban diwariskan serta diaktualisasikan oleh generasi penerus. Sekolah memiliki peran strategis dalam proses ini, dan festival menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pendidikan dengan praktik kebudayaan secara nyata,” tambahnya.

Ka Aji Ace berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk seniman, budayawan, komunitas seni, dan pelaku kebudayaan daerah. Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi agenda perlombaan, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kebanggaan terhadap kebudayaannya sendiri.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dukungan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan dan kebudayaan. Semangat kreativitas generasi muda diharapkan berjalan beriringan dengan pembangunan daerah, sehingga kemajuan ekonomi tetap berpijak pada kekuatan karakter, identitas, dan nilai-nilai budaya lokal.

“Bravo untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Ekonomi tumbuh, Sumbawa Barat maju. Dan kemajuan itu akan semakin bermakna apabila generasi mudanya tumbuh dengan karakter kuat, kreativitas tinggi, serta tetap berakar pada kebudayaan daerahnya,” tutup Ka Aji Ace.(*)