Malang, Mediajurnalindonesia.id – Singosari, 10 Desember 2025 — Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja di Aula SMPN 1 Singosari, Malang, pada Rabu (10/12). Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa dan dipandu oleh tim pengabdi yang terdiri atas apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D., apt. M. Artabah Muchlisin, M.Farm., apt. Uhai’atun Nisa’ Nazliza, S.Farm., dan apt. Brillyan Deavanti, S.Farm., dengan dukungan mahasiswa Farmasi: Muhammad Indra Maulana, Bahrudin Ilham Mahendra, Zacky Ananta Pramudya, Dhimas Fadlilah Muttaqin, Tri Trisnamiati, dan Shela Ayu Safitri.
Ketua tim penyuluhan, apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak usia sekolah agar remaja memiliki ketahanan diri menghadapi pergaulan yang berisiko. “Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, di mana mereka sangat mudah terpengaruh untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, penting membentengi mereka dengan pengetahuan yang benar sehingga mampu memilih aktivitas yang positif dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapannya agar para siswa dapat tumbuh sebagai generasi berprestasi yang berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti pemaparan materi yang dikemas melalui diskusi ringan dan permainan edukatif tentang bahaya narkoba serta cara menghindari perilaku menyimpang. Metode penyampaian yang fun learning ini membuat siswa lebih mudah memahami dampak negatif narkoba dan kenakalan remaja. Di penghujung acara, seluruh peserta menuliskan komitmen pribadi serta langkah pencegahan yang akan mereka lakukan. Hasil refleksi ini menunjukkan bahwa siswa SMPN 1 Singosari tidak hanya memahami materi, tetapi juga siap menjadi duta anti narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Waka Humas SMPN 1 Singosari, Rudi Purnomo, M.Pd., mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi UMM ini. “Kami sangat berterima kasih kepada UMM, khususnya Program Studi Farmasi dan para apoteker yang telah memberikan penyuluhan. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami betapa berbahayanya narkoba bagi kesehatan dan masa depan mereka. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu membentuk generasi yang tangguh, bebas narkoba, serta terhindar dari perilaku menyimpang,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, serta mendukung perkembangan karakter positif generasi muda.(msa)

Tinggalkan Balasan