Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat bersama Universitas Mataram (UNRAM) membahas penguatan sinergi pembangunan daerah melalui Program Kampus Berdampak dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Graha Fitrah, Senin (20/7). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, pimpinan Universitas Mataram, serta perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).
Audiensi membahas berbagai peluang kolaborasi dalam mendukung program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari pendampingan desa, penguatan ekonomi kerakyatan, riset terapan, hingga pengembangan inovasi berbasis potensi lokal.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang memimpin jalannya audiensi, menegaskan bahwa pengembangan potensi daerah tidak cukup hanya melalui pelaksanaan program, tetapi juga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Menurutnya, Universitas Mataram memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memperkuat berbagai program prioritas daerah.
“Sejumlah program yang sedang kami jalankan, seperti pengembangan pariwisata kerakyatan, penguatan koperasi desa, pengelolaan bank sampah, hingga pengembangan sektor ekonomi lainnya, membutuhkan dukungan akademis agar dikelola lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Hanipah.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada tahap audiensi, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk program-program konkret.
“Kami berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata, termasuk penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset terapan, serta pendampingan yang mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul Jibril, M.M., mengatakan bahwa tantangan pembangunan daerah saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan bantuan, melainkan memastikan setiap potensi yang dimiliki masyarakat mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Ia menilai sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri masih membutuhkan sentuhan inovasi, teknologi, serta proses industrialisasi agar mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.
“Kolaborasi yang telah terjalin perlu diintegrasikan dalam satu kerangka kerja yang utuh bersama Universitas Mataram, sehingga setiap program pembangunan memiliki arah yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa melalui Program Kampus Berdampak, UNRAM akan menghadirkan model pendampingan desa yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan jangka pendek.
Menurutnya, setiap desa sasaran akan didampingi oleh tim yang terdiri atas profesor, dosen, dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan, seperti riset, pelatihan, alih teknologi, hingga penguatan kapasitas masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Pendampingan ini dirancang berlangsung secara berkelanjutan agar mampu menghasilkan perubahan yang nyata serta memperkuat kemandirian desa,” jelasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, diharapkan lahir berbagai inovasi pembangunan yang mampu memperkuat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.
Hasil audiensi tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pembahasan teknis bersama perangkat daerah terkait guna merealisasikan berbagai bentuk kerja sama dan pendampingan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan