Sumbawa Besar,Mediajurnalindonesia.id| Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sumbawa Besar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penanaman edamame sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan sekaligus peningkatan produktivitas warga binaan.

Kegiatan penanaman edamame tersebut merupakan implementasi dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga sejalan dengan program strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, yang mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional melalui pemberdayaan warga binaan dan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Kalapas Kelas IIA Sumbawa Besar, Purniawal, A.Md.IP., S.H., M.H.,
menyampaikan bahwa penanaman edamame bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menjadi media pembinaan yang memberikan nilai edukatif dan keterampilan bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali pengalaman di bidang pertanian modern sehingga diharapkan mampu menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.

“Program ini menjadi bukti bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan melibatkan warga binaan secara aktif, kami ingin menumbuhkan semangat kerja, tanggung jawab, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah menjalani masa pidana,” ujar Purniawal. Rabu (22/7/2026).

Melalui semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat, Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Sinergi antara pembinaan warga binaan dan dukungan terhadap program pemerintah diharapkan mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi pembangunan nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.(*)