Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Potensi sumber daya pesisir di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, dinilai masih menyimpan peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, keterbatasan sarana penangkapan ikan masih menjadi tantangan yang dihadapi para nelayan, khususnya nelayan kepiting di Dusun Madak Belek, Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Lombok Barat.
Puluhan nelayan kepiting di wilayah tersebut hingga kini masih mengandalkan cara tradisional dengan berjalan kaki menyusuri kawasan pesisir untuk mencari kepiting bakau. Ketiadaan sampan membuat mereka hanya dapat menjangkau lokasi-lokasi penangkapan yang berada di sekitar garis pantai.
Salah seorang nelayan, Hendra Patoni, mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana penangkapan bagi nelayan kepiting di Dusun Madak Belek.
“Kami berharap kepada pemerintah agar nelayan kepiting di Dusun Madak Belek, Desa Cendi Manik, Sekotong diperhatikan dan diberikan bantuan sebuah sampan agar jangkauan tangkap kami lebih luas dan tidak hanya di satu titik saja,” ujar Hendra saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/7/2026) malam.
Menurut Hendra, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, para nelayan kepiting di dusunnya belum pernah menerima bantuan sampan yang dapat menunjang aktivitas penangkapan.
Ia menjelaskan, keterbatasan alat transportasi di perairan menyebabkan hasil tangkapan belum optimal, meskipun kawasan pesisir Sekotong memiliki potensi habitat kepiting bakau yang cukup menjanjikan.

“Selama ini kami hanya berjalan kaki menyisir pantai. Dengan adanya sampan, kami bisa menjangkau lokasi yang lebih jauh sehingga hasil tangkapan diharapkan dapat meningkat,” katanya.
Hendra menambahkan, sebagian besar nelayan kepiting di Dusun Madak Belek menggantungkan kebutuhan ekonomi keluarga dari hasil tangkapan kepiting bakau. Karena itu, dukungan sarana penangkapan dinilai akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.
Menurutnya, bantuan satu unit sampan untuk setiap kelompok nelayan sudah cukup untuk dimanfaatkan secara bersama-sama dalam mendukung aktivitas melaut.
“Kami tidak meminta banyak. Cukup satu sampan untuk setiap kelompok nelayan agar bisa digunakan bersama. Harapan kami, hasil tangkapan meningkat sehingga ekonomi keluarga juga menjadi lebih baik,” tuturnya.
Para nelayan berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan, maupun pihak-pihak terkait sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir dan penguatan sektor perikanan tangkap di wilayah Sekotong. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan