Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Kabar mengenai penyegelan Puskesmas Gunungsari baru-baru ini mencuat di media sosial, memicu kepanikan dan kebingungan di kalangan masyarakat Lombok Barat. Namun, Kepala Puskesmas Gunungsari, H.L. Wirawan Sri Gede, dengan cepat mengambil inisiatif untuk membantah informasi yang keliru tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden penyegelan itu terjadi pada puskesmas dengan nama yang sama, tetapi berlokasi di luar wilayah Lombok Barat (16/7/2025).
“Saya sangat terkejut saat mendengar kabar tersebut. Di Puskesmas Gunungsari kita tidak pernah mengalami penyegelan,” ujar H.L. Wirawan Sri Gede. “Ternyata itu bukan Puskesmas Gunungsari di Lombok Barat, melainkan puskesmas di luar wilayah yang fokus pada pemeriksaan ibu hamil dan persalinan.”
Dalam kesempatan tersebut, H.L. Wirawan Sri Gede menegaskan bahwa Puskesmas Gunungsari di Lombok Barat terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Puskesmas ini menyediakan berbagai layanan unggulan, termasuk layanan antar-jemput gratis untuk ibu hamil dan persalinan yang telah diterapkan sejak tahun 2025.
“Tidak hanya itu, inovasi layanan kami juga mempermudah masyarakat dalam pengurusan administrasi. Dengan kerjasama kami bersama Dukcapil Lombok Barat, warga kini bisa mendapatkan Kartu Keluarga dan Akta Baru secara langsung di puskesmas tanpa biaya tambahan,” jelasnya. Inovasi ini tentunya bertujuan untuk mengurangi birokrasi yang rumit dan membantu warga dalam mengurus dokumen penting.
H.L. Wirawan Sri Gede juga menginformasikan bahwa masalah kesamaan nama Puskesmas Gunungsari bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada tahun 2004 dan 2025, data capaian Puskesmas Gunungsari di Lombok Barat sempat tercampur dengan data puskesmas lain yang memiliki nama serupa di luar daerah. Hal ini berpotensi membingungkan masyarakat dan dapat memengaruhi penilaian kinerja puskesmas.
Berkat koordinasi yang baik antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Barat dengan pihak provinsi, data yang salah input berhasil ditarik kembali untuk memperbaiki akurasi informasi. “Kami berharap ke depan akan ada sistem yang lebih baik untuk membedakan nama-nama Puskesmas, terutama mengingat ada delapan nama Gunungsari di luar wilayah kami. Ini penting untuk memastikan penilaian kinerja puskesmas bisa lebih akurat,” harapnya.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh rumor yang tidak berdasar dan dapat memanfaatkan layanan Puskesmas Gunungsari di Lombok Barat dengan lebih baik. Puskesmas setempat tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan responsif bagi seluruh masyarakat. (Ramli Mji)
