Sidoarjo, Mediajurnalindonesia.id – Bulan Muharam kembali hadir sebagai momentum penguat semangat kepedulian dan kasih sayang antar sesama. Di tengah kehangatan hari-hari awal tahun baru 1447 H, Yayasan Pesantren Ahlus Shafa Wal Wafa (ASW), Simoketawang, Wonoayu, Sidoarjo, menyemai harapan dan kebaikan lewat program sosial tahunan bertajuk “Jalin Kasih XXII: Raih Kasih dengan Peduli Kasih”, yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu, 12–13 Juli 2025.
Tak kurang dari 1.300 warga sekitar dan santri pondok pesantren menjadi penerima manfaat dalam gelaran sosial yang telah mengakar selama 22 tahun ini. Program tersebut tidak hanya menyentuh aspek bantuan ekonomi, tetapi juga aspek kesehatan dan spiritual, meliputi Khitanan massal, Pemeriksaan kesehatan umum gratis, Operasi katarak dan pemeriksaan mata, Tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks, Pembagian tali asih untuk yatim, dhuafa, dan warga lanjut usia.
Di bawah komando KH. Moh. Nizam As-shofa—akrab disapa Gus Nizam—pesantren ini tak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga menjadi simpul pelayanan sosial masyarakat, melalui sayap kemanusiaannya: Pondok Yatim Dhuafa Salik Shafa’i.
Melalui Ketua Salik Shafa’i, Arif Minanurohman (Ust. Minan), Gus Nizam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas limpahan nikmat Allah di bulan Muharam, yang diyakini para ulama sebagai bulan penuh kasih dan pintu pembuka amal kebajikan.
“Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT di bulan mulia ini. Dengan berbagi kasih kepada sesama, kami berharap pula mendapat limpahan kasih dari Dzat Yang Maha Kasih yang tak pernah pilih kasih,” ungkap Ust.Minan, menegaskan semangat universal dari aksi sosial yang mereka selenggarakan.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah keterlibatan beragam elemen lintas iman, profesi, dan institusi, baik dari kalangan akademisi, tokoh agama, tenaga medis, relawan, hingga politisi bisa dikatakan Kolaborasi Lintas Iman dan Profesi
Beberapa lembaga yang turut berkontribusi antara lain Said Foundation (SF) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), MWC NU Wonoayu, Jaringan tenaga medis dan relawan dari berbagai kota termasuk pula praktisi kesehatan seperti dr. Muhammad Akmal (UIN Jakarta), komunitas Javrel (Java Relokade) yang fokus pada saraf kejepit, Quantum Syifa Learning, Akademi Akupunktur Surabaya, serta grup musik religi Padhang Rohso yang turut menghangatkan suasana dengan lantunan spiritual.
Acara ini turut di dukung tokoh nasional dan regional antara lain Arzeti Bilbina, anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Indah Kurnia, anggota DPR RI dari PDIP, Sugiarto dan H. Arifin, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Mereka mengapresiasi keberlanjutan program ini yang dinilai menjadi role model pesantren berbasis pelayanan masyarakat.
Ketua Said Foundation, Rakhmat Hidayat, bersama Ketua Javrel, Bayu Saputro, turut menyampaikan kekaguman mereka terhadap konsistensi Pesantren ASW dalam menghidupkan semangat peduli selama lebih dari dua dekade.
“Kami berharap semangat Jalin Kasih ini bisa menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di seluruh Indonesia, untuk berperan lebih aktif dalam memperkuat jaringan sosial masyarakat,” ujar Rakhmat.
Program Jalin Kasih telah menjelma menjadi etalase dari wajah Islam yang ramah, terbuka, dan penuh cinta kasih. Ia bukan hanya seremonial, tapi gerakan nyata yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Bukan hanya simbol, tetapi fondasi kuat dari peran pesantren sebagai garda depan pembangunan bangsa yang adil dan berkeadaban. Bisa dikatakan Pesantren sebagai pilar kemanusiaan
Seiring datangnya tahun baru Hijriah 1447 H, kegiatan ini seolah menjadi pesan spiritual bahwa rahmat dan kasih sayang Tuhan akan selalu turun kepada siapa saja yang menebarkannya—tanpa melihat latar belakang, keyakinan, atau kelas sosial.
Dan di Simoketawang, Sidoarjo, semangat itu telah bersemayam selama dua dekade lebih—mengakar dalam tradisi, tumbuh dalam cinta, dan terus menyinari hari-hari awal tahun baru Islam dengan harapan baru bagi sesama.(um/mas)
