Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara, Rusdianto.

Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Lombok Utara, berupaya melestarikan karya sastra dan warisan budaya lokal melalui pendokumentasian serta digitalisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kepunahan karya-karya sastra dan peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara, Rusdianto, saat ditemui diruang kerjanya pada Rabu, (4/11/2026) mengatakan, upaya pendokumentasian tersebut sebelumnya telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah tokoh dan pelaku sastra budaya di daerah.

Menurut dia, para tokoh dan pelaku budaya diminta menyerahkan karya-karya maupun warisan sastra yang dimiliki untuk disimpan dan didaftarkan sebagai bagian dari dokumentasi kekayaan budaya daerah.

“Tokoh-tokoh atau pelaku sastra budaya kita panggil dan kita minta warisan atau karya-karyanya untuk disimpan dan didaftarkan, supaya sastra yang ada di Lombok Utara, khususnya, tidak punah dan bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya,” kata Rusdianto.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menyasar berbagai wilayah di Lombok Utara, terutama Kecamatan Bayan yang dikenal memiliki kekayaan tradisi dan warisan budaya. Selain itu, upaya penjaringan karya juga dilakukan di Kecamatan Kayangan dan Gangga.

Rusdianto menyebutkan, Kecamatan Gangga juga memiliki potensi warisan budaya yang didukung keberadaan museum budaya.

Namun, program pendokumentasian dan pembukuan karya sastra serta peninggalan budaya itu belum dapat dilanjutkan pada tahun ini. Menurut Rusdianto, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam keberlanjutan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebelumnya didukung dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.

Meski demikian, sejumlah karya dan warisan sastra yang telah dihimpun tidak sepenuhnya hilang. Sebagian di antaranya sudah disimpan dalam bentuk dokumentasi digital melalui bidang perpustakaan.

Rusdianto mengaku belum mengingat secara pasti jumlah karya yang telah berhasil dihimpun dan didokumentasikan. Namun, data tersebut dapat ditelusuri melalui bidang perpustakaan.

Upaya digitalisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberadaan karya sastra dan warisan budaya Lombok Utara agar tetap terdokumentasi, mudah ditelusuri, serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(D)