Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat menggelar puncak peringatan Hari Bhakti PU ke-80 pada Rabu (3/12/25). Upacara resmi dipimpin oleh Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha (UNA), menandai penutup rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan yang telah berlangsung selama sepekan.

Kepala Dinas PUPR Lobar, Ahad Legiarto, menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhakti tahun ini difokuskan pada pelestarian alam sekaligus penguatan kepedulian terhadap masyarakat. Dua program besar yang telah terlaksana adalah penanaman 1.000 bibit pohon dan pelepasan 25.000 benih ikan di kawasan Bendungan Meninting.

“Rangkaiannya sudah sejak minggu kemarin. Kita menanam 1.000 bibit pohon dan melepas 25.000 benih ikan sebagai komitmen kami melestarikan alam dan memperbaiki lingkungan,” ujar Ahad Legiarto.

Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem, banjir, dan persoalan sampah menjadi alarm penting untuk memperkuat langkah konservasi. PUPR disebutnya tidak hanya bekerja membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga lingkungan sebagai bagian dari pelayanan publik.

Rangkaian peringatan akan berlanjut pada Kamis (4/12), dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dari dua pondok pesantren di Sekotong Tengah dan Gerung. Bantuan yang diberikan berupa uang saku, paket makanan cepat saji, kasur, dan tempat tidur.

Di sisi lain, Ahad melaporkan bahwa proyek fisik murni tahun ini sebagian besar telah tuntas, sementara proyek perubahan kini telah mencapai sekitar 80 persen, meski sempat terhambat faktor cuaca.

“Alhamdulillah pekerjaan murni sudah selesai. Untuk pekerjaan perubahan, progresnya mendekati 80 persen. Kendala utama hanya cuaca,” terangnya.

Sementara dalam amanatnya Wabub Ummi Nurul Adha (UNA) menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik, khususnya dalam penanganan infrastruktur rusak. Ia meminta PUPR lebih cepat merespons laporan masyarakat.

“Pelayanan terhadap infrastruktur yang rusak harus cepat. Jika ada protes dari masyarakat, PUPR harus segera turun melakukan perbaikan,” tegasnya.

UNA juga menyinggung persiapan program prioritas tahun 2026, termasuk langkah Pemkab Lobar melobi pemerintah pusat untuk dukungan anggaran. Dokumen teknis seluruh program diminta disiapkan secara clear and clean, sehingga bisa langsung dieksekusi jika pendanaan turun.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas PUPR Lobar, Lalu Ratnawati, memaparkan perkembangan pembangunan Gerung Meeting Space (GMS) dan Alun-Alun Gerung yang kini berada pada tahap akhir.

Untuk proyek GMS, pekerjaan tersisa meliputi perakitan smash mebel dan instalasi air mancur menari. Sementara Alun-Alun sedang memasuki tahap landscape finishing.

“Kami optimis. Untuk GMS tinggal perakitan mebel dan air mancur menari. Untuk Alun-Alun, proses landscape sedang berjalan. Insyaallah kalau cuaca mendukung bisa selesai tahun ini,” jelas Ratnawati.

Mengakhiri rangkaian Hari Bhakti PU ke-80, Kadis PUPR Ahad Legiarto kembali menegaskan semangat pelayanan lembaganya.

“Di usia 80 tahun Hari Bhakti PU ini, kami berkomitmen bergerak cepat, bekerja keras, dan bertindak tepat dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah pengabdian insan PU, tetapi juga momentum memperkuat komitmen Pemkab Lombok Barat dalam pemulihan lingkungan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pelayanan publik yang semakin sigap. (Ramli Mji)