Dompu.Mediajurnalindonesia.id- Kesepakatan damai yang dibuat di polres Dompu tanpa sepengatahuan keluarga korban.
Nur Astuti. Ibu korban bersitegas tidak ada kata damai antara kedua belak pihak tapi kami kaget menerima surat kesepakatan damai yang di buatkan di polres Dompu antara kedua belak pihak.
Apapun yang di alami anak saya kami dari pihak keluarga sudah bersitegas tidak kata damai, kami tetap lanjutkan sampai ke meja hijau.
Kami menduga kuat ada oknum polres Dompu yang permainan dalam kasus yang dialami anak saya ade karena setiap keluarga saya pergi menjeguk yang di tahanan polres Dompu selalu tidak mau memberikan keterangan yang sebenarnya. ucapnya
Lanjutnya. Saya sebagai ibu sudah paham dengan keadaan anak yang saya lahirkan dan saya besarkan selama bertahun-tahun lamanya dengan kondisi psikologis saat saya berbicara melalui via WhatsApp.
,”Saya menduga kuat bahwa anak saya sudah di tekan oleh oknum anggota polres Dompu karena ingin berdamai dengan pihak pelaku pengeroyokan.
Harapannya. Kami meminta kepada polres Dompu segera evaluasi kinerja anggota yang di duga bermain dalam kasus yang di alami anak saya dan apa bilah tidak ada tanggapan kami meminta kepada Kapolda NTB segera mengambil alih kasus pengeroyokan yang di alami anak saya.
Sebelum berita ini terbit pihak Kapolres Dompu belum bisa di konfirmasi. (Van)
