Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Layanan kesehatan bergerak di Kabupaten Sumbawa Barat terus dikembangkan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Setelah lebih dari setahun berjalan, layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Puskesmas kini diperkuat melalui program Siaga Prima KSB dan TRC Satu Komando yang terintegrasi dengan Aplikasi KSB Maju.

Sistem tersebut secara resmi diluncurkan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (1/9/2026). Peluncuran dirangkaikan dengan penutupan kegiatan peningkatan kapasitas TRC Ambulans Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, melaporkan bahwa sejak diluncurkan pada Mei 2025, layanan TRC Ambulans Puskesmas terus berkembang dan menjadi salah satu layanan kesehatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 28.672 layanan dari 10 Puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat. Puskesmas Poto Tano mencatat jumlah layanan tertinggi sebanyak 4.873 layanan, disusul Puskesmas Sekongkang 3.472 layanan, Puskesmas Taliwang II sebanyak 3.004 layanan, dan Puskesmas Taliwang I sebanyak 2.984 layanan.

Sebagian besar layanan TRC Ambulans tersebut tidak hanya menangani kondisi kegawatdaruratan. Pada 2026, sebanyak 85,9 persen merupakan kasus non-emergensi, 12,53 persen berupa kunjungan layanan kesehatan terjangkau, dan 1,56 persen merupakan kasus emergensi.

Hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit yang paling banyak ditangani. Kondisi itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan penyakit tidak menular yang dapat dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Kesehatan KSB mengembangkan Siaga Prima KSB dengan tiga kekuatan utama, yakni Siaga Data, Siaga Sistem, dan Siaga Layanan.

Siaga Data mengintegrasikan informasi kesehatan menjadi peta risiko berbasis Aplikasi KSB Maju. Sementara Siaga Sistem memperkuat koordinasi TRC Ambulans melalui Command Center dalam satu komando. Adapun Siaga Layanan mendorong pelayanan yang lebih proaktif dengan melibatkan Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai first responder di wilayah yang jauh dari Puskesmas.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah mengapresiasi perkembangan layanan TRC Ambulans, khususnya upaya petugas yang secara aktif mendatangi masyarakat hingga ke rumah.

“Dulu kita minta mendekati puskesmas, sekarang mendekatinya kita ke rumah-rumah,” kata Amar.

Menurutnya, kemajuan pelayanan kesehatan harus memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, integrasi sistem kesehatan dinilai penting agar setiap layanan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia menekankan perlunya keterhubungan data pasien antar-fasilitas kesehatan sehingga proses rujukan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

“Jangan sampai data pasien terpisah-pisah. Kita harus punya satu data pasien yang bisa diakses antar-fasilitas kesehatan sehingga ketika membutuhkan rujukan, penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Penguatan layanan juga diikuti dengan peningkatan kapasitas petugas TRC Ambulans melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Wound Care atau perawatan luka.

Rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas tersebut ditutup bersamaan dengan peluncuran Siaga Prima KSB dan TRC Satu Komando. Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik serta pemenang Lomba TRC Ambulans Puskesmas Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum dr. H. Syaifuddin, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Aparatur dan Kemasyarakatan Sri Ayu Idayani, S.E., M.M., pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur Emergency Link Indonesia, serta para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat.(*)