Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Ratusan anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat memadati kawasan Taman Narmada, Minggu (12/7/2026), untuk mengikuti Lomba Mewarnai Gambar Keris Lombok dalam rangkaian kegiatan budaya Pandiq Gegaman 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Sasak.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menyalurkan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang memperkenalkan warisan leluhur masyarakat Sasak kepada generasi muda sejak usia dini. Melalui media gambar Keris Lombok, para peserta diajak mengenal nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang terkandung dalam salah satu benda pusaka khas Pulau Lombok tersebut.

Sekretaris Panitia Pandiq Gegaman 2026, Lalu Riki Wijaya, mengatakan lomba mewarnai ini dirancang sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian anak-anak terhadap budaya daerah melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

“Anak-anak adalah penerus budaya Sasak. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka mengenal Keris Lombok bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol kehormatan, keberanian, kearifan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu,” ujar Riki.

Menurut dia, pengenalan budaya sejak dini menjadi langkah penting untuk memastikan nilai-nilai adat tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dengan metode yang kreatif, anak-anak diharapkan mampu memahami sekaligus menghargai warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Lombok.

Lomba mewarnai tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pandiq Gegaman 2026, sebuah agenda budaya yang digagas Majelis Adat Sasak untuk memperkuat pelestarian tradisi, sekaligus membangun kebersamaan antargenerasi dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Kehadiran para peserta yang didampingi orang tua, guru, dan masyarakat menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga adat, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Sepanjang kegiatan, suasana Taman Narmada dipenuhi semangat dan keceriaan. Anak-anak tampak antusias menuangkan berbagai warna pada gambar Keris Lombok yang mereka terima. Ekspresi bahagia dan kreativitas yang ditampilkan menjadi gambaran bahwa proses mengenalkan budaya dapat dilakukan melalui aktivitas yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Majelis Adat Sasak berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang mencintai adat, menjunjung nilai sopan santun, mengedepankan semangat gotong royong, serta memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya Gumi Sasak.

Melalui Lomba Mewarnai Gambar Keris Lombok, Majelis Adat Sasak menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan pemahaman adat dan budaya kepada anak-anak, sehingga warisan leluhur tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Red)