Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Melalui kolaborasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemkab Lombok Barat menggelar Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Aula Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Dusun Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, didampingi Asisten III Setda Lombok Barat H. Fauzan Husniadi serta Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat. Hadir pula Anggota Komisi V DPR RI H. Abdul Hadi, jajaran BMKG Pusat, BMKG Provinsi NTB, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa mitigasi bencana merupakan investasi penting dalam melindungi keselamatan masyarakat. Menurutnya, Lombok Barat memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun berada di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana geologi, khususnya gempa bumi dan tsunami.

“Keselamatan jiwa masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat agar mampu mengambil langkah yang tepat ketika bencana terjadi,” ujar Hj. Nurul Adha.

Ia mengapresiasi dukungan BMKG dan Komisi V DPR RI yang terus memberikan perhatian kepada Lombok Barat melalui berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Wabup juga mengingatkan kembali peristiwa gempa bumi besar yang melanda Pulau Lombok pada tahun 2018. Menurutnya, bencana tersebut menjadi pelajaran berharga karena saat itu masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai mitigasi dan prosedur penyelamatan diri.

“Gempa tahun 2018 meninggalkan luka yang sangat mendalam. Banyak warga kehilangan rumah, bahkan kehilangan anggota keluarga. Pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran agar kita lebih siap dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga kini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus berupaya menuntaskan berbagai program pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan hunian masyarakat melalui sinergi bersama pemerintah pusat dan dukungan Anggota Komisi V DPR RI H. Abdul Hadi.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami ini, Pemkab Lombok Barat berharap lahir masyarakat yang semakin sadar risiko bencana, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta mampu menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama BMKG dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat ketangguhan daerah, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana alam dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan mitigasi yang berkelanjutan. (Ramli)