Gorontalo.Mediajurnalindonesia.id | Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka secara resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan perikanan menuju swasembada pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan optimismenya terhadap target besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional hingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Melanjutkan swasembada pangan, dan insyaallah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, insyaallah mudah kita capai,” ujar Gusnar.

Pembukaan PENAS XVII ditandai dengan prosesi pemukulan Polopalo, alat musik tradisional khas Gorontalo, oleh Wapres didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Anggota DPR RI Rachmat Gobel, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Usai membuka acara, Wapres meninjau langsung gelar teknologi pertanian dan perikanan untuk melihat berbagai inovasi terbaru yang dikembangkan guna mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian dan perikanan nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam pembukaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026, di antaranya Anggota DPR RI Hanan Rozak, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, para gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota dari berbagai daerah, jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo, serta Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan sekaligus Ketua Panitia PENAS XVII Yadi Sofyan Noor.

Acara nasional ini juga dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari petani, nelayan, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan.

Penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mempercepat tercapainya ketahanan pangan berkelanjutan serta mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia.(*)