Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Ribuan paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di Jalan Raya Tanjung, tepatnya di depan Polsek Tanjung, Minggu (15/3/2026), menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI) Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Bhayangkari Polres Lombok Utara. Aksi sosial ini menjadi simbol kebersamaan lintas agama di Lombok Utara yang dikenal memiliki masyarakat dengan latar belakang keyakinan yang beragam.
Sebanyak 3.150 paket takjil berupa kelapa muda dibagikan kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas. Kegiatan tahunan tersebut juga diikuti sekitar 1.000 orang dari 32 vihara di Kabupaten Lombok Utara yang turut ambil bagian dalam aksi berbagi itu.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh lintas agama, antara lain Sekretaris Daerah Lombok Utara Sahabuddin, Kaban Bappenda Tri Dharma, Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara, Sutranto SH, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, Padesanayaka Provinsi NTB Bhikkhu Upasilo Thera, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, Kapolsek Tanjung AKP Surya Irawan, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lombok Utara, serta Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Lombok Utara.
Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabuddin, M.Si menilai kegiatan tersebut tidak sekadar berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi di tengah kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi pemantik untuk meningkatkan toleransi. Menurut saya ini langkah yang sangat tepat, karena ketika kita ingin terus bersama sebagai satu masyarakat, maka salah satu pilar utamanya adalah toleransi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Lombok Utara pada hakikatnya merupakan satu keluarga besar meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda.
“Di Lombok Utara ini sebenarnya kita satu keluarga. Dari sisi agama memang ada yang Islam, Buddha, Hindu, dan lainnya. Namun sejak dulu orang tua kita sudah saling menghargai. Tugas kita sekarang adalah menjaga keberagaman itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua KBTI Kabupaten Lombok Utara Surdianto mengatakan kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi umat Buddha untuk menumbuhkan semangat berbagi serta menjaga harmoni sosial di Lombok Utara.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi harus terus dijaga. Ini bukan hanya tentang berbagi takjil, tetapi tentang merawat nilai saling menghargai di tengah keberagaman,” ujarnya.
Kolaborasi antara Bhayangkari Polres Lombok Utara dan berbagai organisasi Buddhis tersebut menjadi contoh nyata praktik toleransi di tengah masyarakat. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan berbagi kebaikan.(AB)

Tinggalkan Balasan