Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Di tengah meningkatnya tren kecantikan instan, warga Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin terjebak dalam nafsu untuk mendapatkan kulit putih dalam waktu singkat. Hal ini telah menjadi perhatian serius bagi banyak kalangan, terutama mengingat banyaknya produk pemutih dan herbal yang beredar di pasaran namun tidak terjamin keamanannya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Syamsuriansyah, atau yang akrab disapa Doktor Syam, mengemukakan pandangannya mengenai fenomena ini.

“Masyarakat kita kan anomali, mereka ingin cepat jadi cantik dalam waktu singkat. Padahal, kecantikan asli Indonesia itu adalah warna kulit eksotis seperti kita,” ujarnya.

Pernyataan ini sontak menggugah kesadaran akan pentingnya penerimaan diri dan keindahan alami yang dimiliki setiap individu.

Doktor Syamsuriansyah Ketua Fraksi Partai Perindo Lombok Barat juga memperingatkan risiko kesehatan yang mengancam akibat dari penggunaan produk kecantikan yang tidak terjamin, terutama yang mengandung vitamin C dalam dosis berlebihan.

“Vitamin yang untuk kesehatan saja, kalau diminum secara berlebihan, larinya ke ginjal,” tegasnya.

Menurutnya, banyak kasus gagal ginjal yang dilaporkan, bahkan di kalangan anak kecil, disebabkan oleh kurangnya pengawasan terhadap asupan makanan dan minuman, serta penggunaan produk kecantikan yang berbahaya.

Lebih lanjut, Doktor Syam membantah klaim-klaim yang mengklaim produk mereka 100% herbal. “Tidak ada obat yang murni herbal tanpa bahan pengawet. Kalau dia murni herbal, tidak mungkin akan bisa awet, bertahan sampai 6-7 bulan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi untuk masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh janji-janji palsu dari produk anti-aging dan pemutih yang menawarkan hasil instan. Banyak produk tersebut, ungkapnya, mengandung merkuri dan bahan berbahaya lainnya yang dapat mengancam kesehatan.

“Kita akan melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran obat-obatan tradisional yang berpotensi membahayakan masyarakat,” ujar Doktor Syam.

Lebih jauh, ia mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat yang sederhana dan alami. “Lebih baik makan sayur yang banyak, buah yang banyak, minum air putih, itu jauh lebih sehat,” sarannya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesehatan sejatinya jauh lebih berharga daripada penampilan yang instan dan tidak alami.

Di tengah semua ini, penting untuk menyadari bahwa sehat bukan hanya berarti kurus atau gemuk, melainkan memiliki tubuh yang proporsional dan bugar. Pola hidup sehat yang teratur, termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebugaran, menjadi kunci utama untuk kesehatan jangka panjang.

Doktor Syam menutup dengan afirmasi penting bahwa kesehatan jauh lebih penting daripada cantik secara instan, karena “sakit itu jauh lebih mahal daripada membeli obat.” Dalam dunia yang terus berfokus pada penampilan.

Mari kita ingat untuk menghargai kesehatan dan keindahan alami yang ada dalam diri kita masing-masing ajaknya. (Ramli Mji)