Lombok Utara.Mediajurnalindonesia.id- Tampil tenang dan mengesankan Pasangan calon Najmul-Kus (NK) meyakinkan program perguruan tinggi yang menjadi visi-misinya sebagai salah satu solusi mengurangi pengangguran dan mengingatkan paslon lainnya untuk melihat pembangunan di lombok utara secara objektif.

Hal tersebut disampaikan paslon Nomor. 1 dengan jargon ‘Siap Sanggup’ ini pada saat Debat pamungkas pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Lombok Utara yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Utara, bertempat di Hotel Bay Marina, pada Rabu malam (13/11/2024), yang berjalan lancar dan seru, meskipun suhu sedikit memanas dari debat sebelumnya.

Menanggapi pernyataan yang juga menyebut perguruan tinggi sebagai upaya dalam meminimalisir jumlah pengangguran. Najmul Akhyar mengatakan apa yang disampaikan oleh paslon ini merupakan upaya-upaya yang sudah dilakukan terutama di bidang pendidikan.

Namun demikian, kata Najmul, seperti debat pertama kemarin, paslon ini tidak setuju adanya perguruan tinggi di lombok utara.

“Inilah salah satu cara kita berpartisipasi untuk melakukan hal yang nyata bagi generasi muda kita untuk meningkatkan lama sekolah dan mengurangi pengangguran,” kata Najmul.

“Sebab pendidikan merupakan jalan yang paling lurus untuk merubah masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, disinggung soal tidak adanya pemerataan pembangunan, Najmul dengan tegas mengatakan bahwa apa yang ada saat ini adalah bagian dari pemerintahan di masa lalu dan saat ini.

“Sebagai orang yang bijak, ayo lihat kondisi pembangunan ini dengan obyektif, apa yang baik kita apresiasi, apa yang belum baik ayo kita sama-sama perbaiki,” pungkasnya.

Najmul mengingatkan, bahwa pertanyaannya hanya pada apa yang akan dilakukan, tetapi ternyata lebih banyak waktu yang digunakan untuk menegasi peran pemerintah selama ini.

“Saya hanya khawatir, ketika kita mengatakan pemerintah sama sekali tidak ada peran, maka kita akan jadi orang yang kufur nikmat,” tegas Najmul.

“Kalau berbicara dari perspektif jalan, kami pernah diberikan amanah, rasanya kalau hanya 100-300 juta enggak cukup, karena biaya membangun jalan itu bisa mencapai milyaran rupiah,” lanjutnya.

Ketika dirinya diamanahkan menjadi bupati banyak hal yang telah Ia lakukan dan Ia berjanji untuk melakukannya kembali jika nantinya dirinya diberikan amanah kembali.(Doel)