Lombok Tengah.mediajurnalindonesia.id.Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Dr. Sonny Harry Budiotomo Harmadi S.E.,M.E., melakukan kunjungan kerja ke sentral kain tenun Patuh di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dalam rangka pelaksanaan dan pemantauan kegiatan sensus ekonomi yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lombok Tengah, Sabtu (20/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya BPS untuk memastikan kualitas data ekonomi yang dikumpulkan dari berbagai sektor usaha, termasuk industri kerajinan tradisional yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat lokal. Sentral kain tenun Patuh Sukarara dipilih karena merupakan salah satu pusat produksi tenun tradisional yang memiliki kontribusi penting terhadap ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala BPS RI berdialog langsung dengan para pengrajin tenun, pemilik usaha, serta petugas lapangan yang sedang melakukan pendataan. Ia menekankan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.

“Data yang diperoleh melalui sensus ekonomi akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam merumuskan program pemberdayaan UMKM, pengembangan industri kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif para pelaku usaha sangat dibutuhkan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, industri tenun tradisional di Sukarara tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga berperan dalam menjaga warisan budaya bangsa. Karena itu, keberadaan para pelaku usaha tenun perlu didukung melalui kebijakan yang berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Para pengrajin yang ditemui menyambut baik pelaksanaan sensus ekonomi tersebut. Mereka berharap hasil pendataan dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan akses permodalan, pelatihan keterampilan, serta perluasan pasar bagi produk tenun khas Sukarara yang telah dikenal hingga mancanegara.

Pengelola sentral tenun Patuh Muhamad Amin di hadapan Wakil Kepala BPS menjelaskan bahwa, industri tenun di Sukarara mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar, terutama perempuan yang menjadikan aktivitas menenun sebagai sumber penghasilan utama keluarga. Namun demikian, para pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi permintaan pasar hingga persaingan dengan produk tekstil modern.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Kepala BPS RI melihat langsung proses pembuatan kain tenun yang dikerjakan secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin. Ia mengapresiasi ketekunan para pengrajin yang terus mempertahankan kualitas dan keaslian produk tenun Lombok di tengah perkembangan industri tekstil yang semakin kompetitif.

Selain melakukan pemantauan pendataan, BPS juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keterbukaan informasi usaha dalam mendukung penyediaan statistik ekonomi yang berkualitas. Petugas sensus menjelaskan berbagai aspek yang didata, antara lain jenis usaha, jumlah tenaga kerja, omzet usaha, hingga penggunaan teknologi dalam kegiatan produksi dan pemasaran.

Asisten 1 Setda Lombok Tengah Drs.H.Lalu.Mulyawan dan Camat Jonggat Hj.Lale Anys Fajriani.A.P.,M.Si., mewakili pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan sensus ekonomi. Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun program pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk sektor kerajinan tenun yang menjadi identitas budaya masyarakat Sukarara.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa kain tenun khas Sukarara kepada Wakil Kepala BPS RI sebagai simbol apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan industri tenun tradisional. Melalui sensus ekonomi yang akurat dan menyeluruh, diharapkan sektor usaha lokal seperti sentral kain tenun Patuh Sukarara dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(Ftr).