Malang, Mediajurnalindonesia.id – Menutup akhir tahun UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa SMA di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Singosari Malang. Kegiatan yang diikuti oleh 66 Siswa SMA ini dilakukan pada hari Sabtu (6/12/25) dengan tim pengabdi apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D. , Dr. apt. Engrid Juni Astuti, M.Farm, apt. Artabah Muchlisin, M.Farm dengan dibantu adik-adik mahasiswa Almas Syamma, Camelia Churil Aini, Iin Hiqmathul Risqi, Nala Tazkia Azizid, S.Farm, Muhammad Rosyiq Daffa Haq, S.Farm, Talitha Rofi’ah Rosanda
Menurut apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D., ketua tim penyuluhan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyuluhan narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah yang ada di Wilayah Singosari Malang. Masa remaja adalah saat mencari identitas diri, apabila tidak hati-hati mudah terkena pengaruh negative dari teman ataupun lingkungan. Dengan memberikan gambaran terkait bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada siswa sekolah, kami berharap kegiatan ini menjadi benteng pencegahan bagi remaja supaya bisa tegas mengatakan “Tidak” pada narkoba dan kenakalan remaja, sehingga anak-anak dapat mewujudkan cita-cita dan masa depan yang cemerlang dengan prestasi. Hal ini tentunya akan sejalan dengan target Pemerintah mencapai generasi emas 2045.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Dr. Engrid Juni Astuti, M.Farm., yang juga menjadi tim pengabdi mengatakan: “Narkoba dan kenakalan remaja saling terikat untuk itulah kami mengadakan penyuluhan efek dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah di Singosari, dan saat ini kami melakukan kegiatan ini di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 di Singosari”.
Kegiatan penyuluhan ini berjalan lancar dengan mendapatkan antusiasme dari siswa Sekolah Rakyat. Mereka mendapatkan materi bahaya narkoba dan kenakalan remaja dengan menyenangkan karena kegiatan dikemas dengan memadukan game-game interaktif sehingga siswa mudah menangkap materi yang disampaikan. Pada akhir kegiatan, para siswa menuliskan sikap dan harapannya terhadap Tindakan yang harus mereka lakukan untuk mencegah narkoba dan kenakalan remaja. Dari hasil kegiatan ini dapat terlihat bahwa siswa SMA di Sekolah Rakyat tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi dapat berpotensi menjadi kader atau duta anti narkoba dalam pergaulan sehari-hari.
Kepala sekolah dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 47, Bapak Warsito, S.Pd. mengatakan, kami berterima kasih sekali kepada UMM khususnya Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan mereka generasi tangguh tanpa narkoba di masa depan.(msa)

Tinggalkan Balasan