Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kuripan mulai melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui tiga jalur penerimaan, yakni jalur afirmasi, domisili, dan nilai rapor.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Kuripan, Muhamad Sumarlin, S.P., menjelaskan bahwa jalur afirmasi telah dibuka pada 2–4 Juni 2026, dilanjutkan jalur domisili pada 20–23 Juni 2026, serta jalur nilai rapor yang akan berlangsung pada 1–3 Juli 2026.

“Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, SPMB tahun ini dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu afirmasi, domisili, dan rapor. Untuk kuota penerimaan, jalur afirmasi sebesar 15 persen, domisili 10 persen, dan jalur rapor 75 persen,” jelas Sumarlin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).

Tahun ini, SMKN 1 Kuripan menargetkan total penerimaan sebanyak 360 peserta didik baru yang tersebar pada empat kompetensi keahlian. Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) memperoleh kuota 108 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) sebanyak 72 siswa, Agribisnis Tanaman sebanyak 72 siswa, dan Agribisnis Ternak sebanyak 108 siswa.

Berdasarkan data sementara yang tercatat dalam sistem, minat calon peserta didik masih didominasi oleh jurusan TJKT. Hingga akhir Juni 2026, jumlah pendaftar pada jurusan tersebut telah mencapai 132 siswa, melampaui kuota yang tersedia sebanyak 108 siswa.

Sementara itu, jumlah pendaftar pada jurusan lainnya masih relatif rendah. Program Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian baru menerima 27 pendaftar dari kuota 72 siswa, Agribisnis Tanaman sebanyak 15 pendaftar dari kuota 72 siswa, dan Agribisnis Ternak sebanyak 16 pendaftar dari kuota 108 siswa.

“Untuk TJKT memang masih menjadi pilihan utama calon siswa. Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka akan dilakukan seleksi berdasarkan peringkat nilai empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam,” terang Sumarlin.

Ia menjelaskan bahwa peserta yang tidak lolos pada pilihan pertama nantinya masih memiliki peluang melalui pilihan kedua sehingga kuota pada masing-masing program keahlian dapat terpenuhi.

Selain itu, pihak sekolah berharap adanya pelimpahan calon siswa dari sekolah-sekolah lain yang memiliki jumlah pendaftar melebihi kuota, baik dari SMA maupun SMK negeri di wilayah Lombok Barat.

“Kami optimistis kuota akan terpenuhi, terutama setelah jalur nilai rapor dibuka pada awal Juli. Kami berharap ada siswa yang belum diterima di sekolah lain kemudian memilih melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Kuripan,” ujarnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan SPMB, SMKN 1 Kuripan telah membentuk panitia khusus yang diketuai oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Panitia juga telah melaksanakan sosialisasi ke berbagai SMP dan MTs di wilayah Kuripan, Gerung, Kediri, hingga sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut Sumarlin, masih terdapat sebagian masyarakat yang memandang jurusan pertanian dan peternakan sebagai bidang pekerjaan tradisional. Padahal, kompetensi keahlian yang diajarkan di SMKN 1 Kuripan lebih menekankan pada kemampuan manajerial, kewirausahaan, serta pengelolaan usaha modern di sektor pertanian dan peternakan.

“Peserta didik tidak hanya belajar praktik di lapangan, tetapi juga dibekali kemampuan analisis usaha, pengelolaan bisnis, dan kewirausahaan sehingga mereka siap menjadi pengelola maupun pelaku usaha di bidang pertanian dan peternakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarlin mengungkapkan bahwa lulusan SMKN 1 Kuripan memiliki peluang kerja yang cukup besar. Hal tersebut didukung oleh pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan pada semester lima di berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menjadi mitra sekolah.

“Banyak siswa kami yang langsung direkrut oleh perusahaan atau tempat PKL setelah lulus. Bahkan ada beberapa industri yang meminta tambahan waktu PKL karena melihat kinerja siswa yang sangat baik selama menjalani praktik,” katanya.

Saat ini, setiap kompetensi keahlian di SMKN 1 Kuripan telah memiliki sedikitnya 10 mitra industri yang aktif mendukung pelaksanaan PKL maupun penyerapan lulusan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan berbagai program unggulan yang dimiliki, SMKN 1 Kuripan berharap semakin banyak lulusan SMP dan MTs yang memilih pendidikan vokasi sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. (Ramli Mji)