
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menilai pelestarian budaya harus menjadi agenda nyata, bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, budaya dinilai sebagai fondasi yang menjaga identitas masyarakat sekaligus modal pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.SI., saat membuka Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara di Alun-Alun Tanjung, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mempertemukan berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, dan pelaku kebudayaan dari berbagai wilayah di Lombok Utara.
Menurut Sahabudin, generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal warisan budaya yang telah membentuk kehidupan masyarakat Lombok Utara sejak lama. Tanpa upaya regenerasi, kekayaan budaya berpotensi kehilangan pewarisnya.
“Kebudayaan harus terus dikenalkan kepada anak-anak dan generasi muda agar mereka memahami akar sejarah serta identitas daerahnya,” ujarnya.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian pada malam pembukaan adalah Gendang Beleq Candra Gita. Sahabudin menyebut kelompok seni tersebut memiliki jejak penting dalam perkembangan seni pertunjukan di Lombok Utara. Bagi masyarakat yang tumbuh pada era 1980-an, Candra Gita bukan sekadar kelompok kesenian, tetapi ruang yang ikut membesarkan tradisi teater dan kesenian daerah.
Ia mengatakan, melalui seni pertunjukan, masyarakat dapat membaca perjalanan budaya sekaligus mengenali nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Sahabudin juga mengingatkan bahwa kekayaan budaya Lombok Utara tidak hanya berupa seni pertunjukan. Tradisi, pengetahuan lokal, hingga artefak budaya masih tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung hingga Pemenang. Kekayaan itu, menurut dia, merupakan identitas yang membedakan Lombok Utara dengan daerah lain.
Meski demikian, ia mengakui tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring derasnya arus modernisasi. Karena itu, kegiatan seperti Pekan Pemajuan Kebudayaan dinilai penting sebagai ruang edukasi sekaligus upaya menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
“Bila budaya tetap hidup, masyarakat tidak akan kehilangan jati dirinya meski berada di tengah perkembangan zaman yang sangat dinamis,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, lanjut Sahabudin, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya. Menurut dia, kebudayaan tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Ia mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Pemajuan Kebudayaan.
Pelaksanaan Pekan Pemajuan Kebudayaan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem kebudayaan di Lombok Utara. Namun, keberhasilan pelestarian budaya pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya festival yang digelar, melainkan sejauh mana tradisi, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai budaya benar-benar diwariskan dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.(D)

Tinggalkan Balasan