Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id — Direktur Ruud Frans Bruynen menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dalam acara launching Restoran Bukito, yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme. Bertempat di Desa Kertasari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat .Rabu (07/01/26)
Dalam sambutannya, Direktur Ruud mengungkapkan komitmennya untuk turut berkontribusi membangun Kabupaten Sumbawa Barat melalui berbagai pengembangan properti dan investasi ke depan. Ia pun berharap dukungan serta support dari seluruh pihak agar rencana tersebut dapat berjalan dengan baik. Saat ini, fokus usaha Restoran Bukito juga mulai diarahkan pada penguatan sektor marketing agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Restoran Bukito hadir tidak sekadar sebagai tempat kuliner, tetapi juga membawa filosofi yang mendalam. Direktur Ruud menceritakan bahwa ide logo dan konsep restoran ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang memiliki rasa takut terhadap ular. Dari ketakutan tersebut, lahirlah simbol makanan yang dimaknai sebagai bentuk perlindungan bagi semua, baik bagi manusia maupun alam sekitar.
Dengan konsep yang berbeda, Restoran Bukito diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melindungi lingkungan.

Ia juga menyampaikan filosofi hidup yang menjadi pegangan dalam perjalanan usahanya, bahwa “ketika kita berjalan terlalu cepat, kita bisa berjalan sendiri. Namun ketika kita berjalan lebih lambat, kita bisa berjalan bersama.” Nilai ini menjadi dasar dalam membangun usaha yang mengutamakan kolaborasi, kebersamaan, dan keberlanjutan.
Melalui kehadiran Restoran Bukito, Direktur Ruud berharap dapat memberikan warna baru bagi dunia kuliner di Sumbawa Barat serta menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Sementara itu,Jitse theoodor N Druyts direktur PT BSS menegaskan bahwa dengan keberadaan restoran Bukito kedepannya akan memberdayakan masyarakat lokal dan membangun tempat ibadah berupa musollah di gunakan untuk umum.
” Karna pengunjung di restoran Bukito dari bule/orang asing, sehingga kami akan menjual untuk oleh-oleh dari produk lokal,supaya untuk menghidupkan perekonomian UMKM masyarakat lokal seperti menjual kain batik,madu,minyak Sumbawa dll.” ujarnya
Jitse menambahkan, mohon doa dan dukungannya semua pihak agar tujuan baik kita ini bisa di support, demi mewujudkan masyarakat lokal dan Kabupaten Sumbawa Barat yang lebih baik.(Rozak)

Tinggalkan Balasan