Lombok Barat. Mediajurnalindonesia.id- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menerima kunjungan 250 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inbound Mobility Internasional yang melibatkan peserta dari lima perguruan tinggi, yakni Universitas Bima Internasional SAITO, University Malaysia, UNIZAR, STKIP Hafiz Dompu, dan STIE Hafiz Dompu. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat minggu dan tersebar di 15 desa di wilayah Lombok Barat, Jumat (27/03/2026).

Kedatangan para mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Asisten III Setda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Program KKN Inbound Mobility Internasional ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas negara yang tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan, tetapi juga mencakup bidang strategis lainnya seperti pariwisata, hukum, lingkungan hidup, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari SAITO turut berbagi pengalaman terkait percepatan pembangunan desa berbasis inovasi. Sementara itu, mahasiswa internasional diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat desa di Lombok Barat, sekaligus mengenal potensi lokal yang dimiliki daerah tersebut.

Bupati LAZ dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Lombok Barat sebagai lokasi pelaksanaan program internasional ini. Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah dan terbuka dari masyarakat dalam menyambut para tamu, khususnya peserta dari luar negeri.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Lombok Barat harus mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi siapa pun yang datang, terlebih bagi mahasiswa internasional yang ingin belajar dan mengenal daerah kita,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal, Bupati LAZ juga berencana mengundang seluruh peserta KKN untuk menghadiri tradisi Lebaran Topat yang akan digelar di kawasan Senggigi. Momentum tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman budaya yang autentik sekaligus menjadi sarana promosi wisata Lombok Barat ke kancah internasional.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap terjalin hubungan yang lebih erat antarperguruan tinggi lintas negara, serta mendorong peningkatan promosi potensi daerah, baik di sektor pariwisata, budaya, maupun pemberdayaan masyarakat berbasis desa. (Red/Ramli***)