Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Desa Lembar, yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, kini menjadi sorotan berkat Festival Budaya Bau Keke. Festival ini, yang diinisiasi oleh Kepala Desa Lembar, Sainah, sejak tahun 2018, bertujuan untuk melestarikan tradisi tangkap kerang yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat. Dengan pemajuan budaya sebagai pilar utama, festival ini diharapkan dapat menjadi penggerak dalam pengembangan pariwisata desa.

Sainah mengungkapkan, “Festival Bau Keke ini kami inisiasi bersama pokdaswis sejak tahun 2018.” Sejak awal, festival ini menjadi magnet wisata bagi para pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan budaya lokal serta prosesi tradisional menangkap kerang. Meskipun festival ini mengalami periode henti, terutama selama pandemi, Sainah bertekad untuk menghidupkannya kembali pada tahun 2023 dan mengembangkannya lebih jauh lagi.

Dari tahun ke tahun, Festival Bau Keke semakin dikenal dan diharapkan dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. “Terdapat banyak kegiatan masyarakat yang bisa dijadikan atraksi dan tontonan bagi pengunjung,” tambah Sainah dengan antusiasme. Melihat antusiasme yang berkembang, Sainah berharap agar festival ini dapat masuk dalam kalender even resmi, sehingga lebih banyak orang dapat mengetahui dan berpartisipasi.

Namun, dalam mewujudkan visi tersebut, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Salah satu yang paling mendesak adalah kebutuhan dukungan finansial dan pembangunan infrastruktur. Sainah menekankan pentingnya penyediaan fasilitas umum, seperti toilet, musholla, dan akses jalan yang layak menuju lokasi festival. “Pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi sempat menjanjikan fasilitas umum, tetapi sampai akhir masa jabatannya, hal tersebut belum terealisasi,” ujarnya dengan nada kesedihan.

Pantai Serfik, terletak di Dusun Kebon Bongor Desa Lembar, menjadi salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi selama festival. Sayangnya, kondisi jalan menuju pantai tersebut masih sangat memprihatinkan, yang berpotensi menghambat akses bagi wisatawan. “Saya berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan jalan tersebut,” ungkap Sainah.

Festival tahun ini direncanakan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah. Bupati Lombok Barat,(H. Lalu Ahmad Zaini), Kepala Dinas Pariwisata, dan para OPD terkait.

Dengan dedikasi yang tinggi dan semangat untuk melestarikan budaya menangkap kerang, Sainah bersama masyarakat Desa Lembar berharap Festival Bau Keke dapat menjadi jembatan bagi perkembangan ekonomi desa melalui sektor pariwisata. “Mari hadiri dan ramaikan Festival Budaya Bau Keke di Desa Lembar, Hari Sabtu – Minggu tanggal 19-20 tahun 2025,” ajaknya dengan semangat.

Dalam festival ini, pengunjung tidak hanya akan menikmati tradisi tangkap kerang, tetapi juga menyaksikan berbagai atraksi budaya lainnya, seperti presean yang akan digelar selama dua hari. Selain kerang, Pantai Serfik juga menawarkan berbagai jenis biota laut lain seperti kepiting, udang, dan ikan, menyuguhkan pengalaman yang kaya kepada setiap pengunjung.

Dengan dukungan yang tepat dan pelestarian budaya yang berkelanjutan, Desa Lembar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok Barat. Mari kita dukung upaya ini untuk merayakan keberagaman budaya dan memajukan pariwisata melalui Festival Budaya Bau Keke. (Ramli Mji)