Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Dugaan penggunaan ijazah palsu Paket C oleh salah satu oknum berinisial R mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Sekolah PKBM Bina Bersama, Mastar Hamid, S.Sos. Ia menegaskan bahwa ijazah tersebut dinyatakan asli.
Pernyataan itu disampaikan Mastar Hamid di hadapan para wartawan saat memenuhi undangan penyidik Polres Sumbawa Barat untuk memberikan keterangan.(30/3/26)
Mastar Hamid menjelaskan, PKBM Bina Bersama memiliki izin operasional yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa pada 7 September 2015 dan berlaku selama lima tahun hingga 2020. Ia juga menyebut bahwa lembaganya telah memperoleh izin sejak tahun 2010, serta mendapatkan perpanjangan dari dinas terkait meskipun tidak dituangkan secara tertulis.
“PKBM Bina Bersama sudah memiliki izin sejak 2010. Kemudian diperpanjang oleh dinas perizinan terpadu, meskipun tidak dituangkan secara administrasi tertulis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada saat pelaksanaan kegiatan belajar, terdapat 20 peserta didik yang terdaftar. Namun, enam orang di antaranya mengundurkan diri, sehingga tersisa 14 peserta yang mengikuti ujian hingga dinyatakan lulus. Beberapa di antaranya adalah Rusmiati, Sulhadi, termasuk R.
Menurutnya, sebelum mengikuti ujian berbasis komputer, para peserta terlebih dahulu harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang disahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.
“Seluruh peserta yang mengikuti ujian Paket C telah memiliki NISN dan terdaftar di Dapodik. PKBM Bina Bersama juga telah terakreditasi A, sehingga seluruh proses berjalan sesuai aturan perundang-undangan pada tahun 2017,” tegasnya.
Mastar Hamid juga mengaku tidak mempermasalahkan mencuatnya kasus ini ke publik. Bahkan, menurutnya, hal tersebut justru membuat PKBM Bina Bersama semakin dikenal masyarakat luas.
“Selama ini PKBM Bina Bersama jarang terekspos media. Dengan adanya kasus ini, masyarakat jadi lebih mengenal pendidikan nonformal Paket C,” ujarnya.
Ia menyebut, banyak lulusan PKBM Bina Bersama yang telah sukses di berbagai bidang, mulai dari menjadi kepala desa, dosen di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), hingga anggota dewan.
Namun demikian, ia menyayangkan munculnya dugaan tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepada pihaknya. Ia berharap semua pihak dapat melakukan konfirmasi sebelum menyampaikan informasi ke publik agar tidak menimbulkan fitnah.
“Kami berharap kepada siapa pun agar melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak PKBM Bina Bersama, sehingga tidak menimbulkan informasi yang keliru dan merugikan pihak terkait,” pungkasnya.(Zak)

Tinggalkan Balasan