Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH memimpin Deklarasi Peradaban Kurma Tropis Dunia di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Jumat (20/2/2026). Momentum tersebut bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan pasangan Najmul-Kusmalahadi memimpin daerah berjuluk Gumi Dayan Gunung.
Deklarasi dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, camat dan kepala desa se-Kabupaten Lombok Utara, serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Najmul menegaskan deklarasi itu menjadi langkah strategis untuk membangun identitas daerah berbasis komoditas unggulan.
“Ini momentum membuat loncatan identitas bagi Gumi Dayan Gunung. Identitas tersebut harus diikuti pembenahan infrastruktur dan pengembangan ke arah manufaktur,” ujarnya usai acara.
Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembangunan fasilitas produksi hingga pengemasan kurma secara bertahap. Ia berharap Lombok Utara dapat menjadi kiblat kurma nasional di masa depan.
Gagasan tersebut tidak muncul tanpa dasar. Beberapa tahun lalu, varietas Kurma Rinjani Lombok Utara berhasil masuk 10 besar kurma terbaik dunia dalam festival kurma internasional di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Pada 2025, perwakilan kurma yang sama kembali diundang dalam pameran internasional di lokasi serupa, menempatkan Lombok Utara sebagai peserta aktif dalam industri perkurmaan global.
Perajin utama Kurma Rinjani, John Arif Munandar, menyebut kurma tropis memiliki keunggulan produksi dibanding kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, kurma Rinjani mampu berbuah berkali-kali dan tidak bergantung musim.
“Kurma Rinjani berpeluang menjadi kekuatan ekonomi baru karena dapat menopang pasokan kurma segar dunia saat musim dingin,” katanya.
Upaya pengembangan kurma juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengirim Menteri Haji dan Umrah meninjau langsung perkebunan kurma Rinjani di Lombok Utara.
Najmul menegaskan komoditas kurma bukan sekadar produk pertanian, melainkan pintu pengembangan industri dan pariwisata.
“Ini bukan hanya tentang buah kurma, tetapi entitas ekonomi yang mampu bersaing di pasar internasional. Banyak potensi wisata bisa berkembang dari identitas Peradaban Kurma Tropis Dunia,” ujarnya.
Ia menilai konsep tersebut dapat memperluas dimensi pariwisata Lombok Utara sekaligus memperbesar dampak ekonomi, bahkan berpotensi bersaing dengan negara-negara produsen kurma di Timur Tengah.(AB)

Tinggalkan Balasan