GERUNG, Mediajurnalindonesia.id– Prestasi yang sangat membahagiakan dan membanggakan kembali persembahkan siswa-siswi MAN Lombok Barat. Kali ini, sejumlah peserta didik madrasah tersebut berhasil meraih juara dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-32 tingkat Kecamatan Gerung tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di madrasah terus berjalan dan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dalam bidang Al-Qur’an.

Sejumlah siswa MAN Lombok Barat sukses menorehkan prestasi pada berbagai cabang perlombaan. Julia Safitri berhasil meraih juara I cabang Qira’at Murottal Remaja Putri. Sementara itu, Izratul Zaskia meraih juara II cabang 5 Juz dan Tilawah Putri.

Prestasi lainnya diraih Kaila Fatimatuzzahra bersama tim yang berhasil meraih juara II cabang Fahmil Qur’an Putri. Pada cabang Kaligrafi Kontemporer Putri, Zahranis Azyanil sukses meraih juara II. Adapun Muhammad Sulhan menyumbangkan prestasi melalui juara III cabang Tilawah Remaja Putra.

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar MAN Lombok Barat. Tidak hanya menunjukkan kemampuan siswa dalam menguasai materi keislaman, capaian itu juga memperlihatkan bahwa generasi muda madrasah memiliki potensi besar untuk berkiprah dan bersaing melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Bagi madrasah, prestasi dalam MTQH bukan sekadar persoalan memperoleh piala atau penghargaan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang pembuktian atas proses pembinaan yang selama ini dilakukan, mulai dari penguatan bacaan Al-Qur’an, pengembangan hafalan, pemahaman kandungan ayat, hingga pengasahan kreativitas seni Islami.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para siswa tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih dalam MTQH merupakan hasil dari kesungguhan siswa dalam berlatih, kedisiplinan mengikuti pembinaan, serta dukungan para guru dan pembina ekstrakurikuler.

Ia menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak MAN Lombok Barat dalam MTQH ke-32 tingkat Kecamatan Gerung tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa potensi siswa kita sangat besar dan perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” ungkap H. Kemas Burhan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Ia berharap para siswa tidak berhenti pada capaian yang telah diraih, melainkan menjadikannya sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.

“Yang paling penting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, membiasakan diri membacanya, memahami kandungannya, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah tujuan pendidikan madrasah yang ingin terus kita kuatkan,” tambahnya.

Pembinaan Berkelanjutan, Kunci Lahirnya Prestasi

Prestasi para siswa MAN Lombok Barat tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaan ini menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan secara lebih terarah di luar pembelajaran reguler.

Pembina ekstrakurikuler Tahfidz, Ust. Muhammad Hanafi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan siswa dalam kompetisi keagamaan membutuhkan proses yang tidak instan. Kemampuan menghafal Al-Qur’an, menjaga kualitas hafalan, serta melafalkan ayat secara tepat memerlukan kedisiplinan, kesabaran, dan latihan yang konsisten.

Menurutnya, setiap siswa memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, pembinaan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan masing-masing peserta didik, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menghafal Al-Qur’an bukan hanya untuk kepentingan perlombaan, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar membangun kedekatan dengan kalam Allah SWT.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami sebagai pembina. Anak-anak perlu terus didampingi agar kemampuan mereka semakin meningkat. Harapannya, mereka tidak hanya mampu menunjukkan hasil terbaik ketika mengikuti perlombaan, tetapi juga istiqamah menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujar Ust. Muhammad Hanafi.

Ia juga berharap semakin banyak siswa yang tertarik mengikuti kegiatan tahfidz. Dengan demikian, tradisi mencintai Al-Qur’an dapat tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan madrasah, sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai spiritual.

Senada dengan itu, pembina tilawah, Ustazah Aflahul Ma’wa, S.Pd., mengungkapkan bahwa kemampuan tilawah membutuhkan latihan yang berkesinambungan. Selain ketepatan membaca sesuai kaidah tajwid, peserta juga perlu menguasai makharijul huruf, pengaturan napas, serta irama bacaan agar lantunan ayat terdengar baik tanpa mengabaikan ketentuan membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, pencapaian Julia Safitri sebagai juara I Qira’at Murottal Remaja Putri dan Muhammad Sulhan sebagai juara III Tilawah Remaja Putra merupakan hasil yang patut disyukuri. Prestasi tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi di bidang tilawah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian anak-anak. Prestasi ini tidak terlepas dari kemauan mereka untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan. Kami berharap mereka tetap rendah hati, tidak cepat puas, dan terus berlatih. Menjadi juara hendaknya semakin menambah kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembinaan tilawah tidak semata-mata diarahkan untuk memenangkan perlombaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut bertujuan membentuk generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, menghayati keindahan lantunannya, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia sekolah.

Prestasi sebagai Inspirasi bagi Siswa Lain

Keberhasilan siswa MAN Lombok Barat dalam MTQH ke-32 tingkat Kecamatan Gerung tahun 2026 memperlihatkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik. Melalui pembinaan yang terarah, siswa dapat menemukan ruang untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mengukir prestasi sesuai dengan bakat masing-masing.

Capaian pada cabang Qira’at Murottal, 5 Juz dan Tilawah, Fahmil Qur’an, Kaligrafi Kontemporer, serta Tilawah Remaja menunjukkan luasnya potensi yang dimiliki siswa. Prestasi tersebut juga menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat diwujudkan melalui beragam bidang, mulai dari kemampuan membaca dan menghafal, memahami kandungan ayat, hingga mengekspresikan nilai-nilai keindahan Islam melalui seni kaligrafi.

Bagi peserta didik lainnya, keberhasilan para juara diharapkan menjadi inspirasi untuk berani mencoba, tekun berlatih, dan memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan diri. Madrasah pun diharapkan semakin mampu membangun iklim pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi berprestasi sekaligus berakhlak mulia.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, menaruh harapan besar agar capaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun nasional. Dukungan dari pihak madrasah, pembina, guru, dan orang tua menjadi unsur penting dalam menjaga semangat siswa untuk terus berkembang.

Pada akhirnya, prestasi dalam MTQH tidak hanya diukur dari jumlah piala yang berhasil dibawa pulang. Lebih penting dari itu adalah lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam perilaku sehari-hari.

Dengan raihan sejumlah juara pada MTQH ke-32 Kecamatan Gerung tahun 2026, siswa-siswi MAN Lombok Barat telah memberikan kontribusi positif bagi nama baik madrasah. Prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan yang konsisten, semangat belajar, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an merupakan perpaduan penting dalam membentuk generasi muda yang unggul, religius, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Prestasi boleh menjadi tujuan, tetapi mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan ajarannya tetap menjadi nilai utama yang harus dijaga. (Red)