Lombok Utara,Mediajurnalindonesia.id– Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara, Ainal Yakin, menyampaikan optimismenya dalam mengejar target pendapatan daerah sebesar lebih dari Rp 200 miliar pada tahun 2025.
Hingga triwulan ketiga yang mencakup periode Juli hingga September, Ainal menargetkan capaian pendapatan mencapai 75 persen dari total target tahunan.
“Total target tahun ini sebesar Rp 200.408.882.222. Untuk triwulan ketiga, kita menargetkan 75 persen atau sekitar Rp 150,3 miliar. Per 24 Juli, realisasinya sudah mencapai Rp 103,42 miliar atau 51,61 persen,” ujar Ainal saat ditemui di kantornya, Senin (28/7/2025).
Dengan capaian tersebut, sisa target yang harus dikumpulkan hingga akhir September mencapai Rp 46,88 miliar atau 23,39 persen. Meski angka itu cukup signifikan, Ainal meyakini hal tersebut realistis jika mengacu pada tren pendapatan tahun sebelumnya.
“Kalau kita lihat historisnya, periode Juli–September 2024 lalu realisasinya mencapai Rp 65,98 miliar. Artinya, secara data, kita sangat mungkin mengejar angka yang ditargetkan tahun ini,” jelasnya.
Untuk mendorong pencapaian itu, Bapenda Lombok Utara memfokuskan upaya pada sektor-sektor pendapatan strategis, terutama Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang meliputi jasa perhotelan, restoran, hiburan, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“PBJT tahun lalu pada periode yang sama mencapai Rp 84 miliar. Jadi, walaupun ada tren peningkatan, upaya ekstra tetap dibutuhkan,” tambah Ainal.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong optimalisasi pendapatan daerah.
“Dengan semangat kerja bareng-bareng, angka 75 persen bukan sekadar target administratif, tapi sesuatu yang bisa kita kejar bersama,” tutupnya.(Doel)
