Lombok Tengah. mediajurnalindonesia. id. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Lomba Cipta Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk memastikan kualitas, keamanan, serta kecukupan gizi makanan yang disajikan kepada masyarakat penerima manfaat, Sabtu (7/11/2026).
Acara yang melibatkan 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Lombok Tengah ini diselenggarakan tidak hanya sebagai ajang kompetisi antarunit pelayanan, tetapi juga sebagai media transparansi publik
Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembuktian bahwa sajian MBG di daerah tersebut telah memenuhi standar kesehatan yang ketat.
“Event ini kita selenggarakan sebagai media untuk menyampaikan kepada warga masyarakat bahwa MBG ya ompreng-ompreng yang diproduksi yang dihasilkan oleh SPPG SPPG Lombok Tengah itu berkualitas, sehat, aman, dan dipercaya,” ucap Firman yang juga merupakan Sekda Lombok Tengah ini.
Lebih lanjut, Firman menyampaikan pentingnya memberikan kepastian kepada publik agar program sosial yang bernilai positif ini dapat terus dijaga dan dikembangkan.
“Kita ingin memberikan keyakinan pada warga masyarakat bahwa program yang sangat baik ini harus kita pertahankan, harus kita kembangkan,” tuturnya.

Firman juga menekankan bahwa pelaksanaan program gizi ini selaras dengan cita-cita besar pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.
“Karena bagian dari pemerintah untuk membentuk generasi Indonesia emas, sehingga kita hadirkan semua ini yang ada 140 dari 163 mereka berlomba,” ungkapnya.
Menurut Firman, seluruh proses perlombaan ini dirancang sedemikian rupa agar benar-benar mencerminkan kondisi riil pada alur produksi sehari-hari.
“Kita ingin lomba ini dapat dengan realita hari proses produksinya… begitu juga pada saat penyajian distribusi,” tambahnya.
Kehadiran anak-anak penerima manfaat di lokasi perlombaan turut dijadikan momen penting untuk melakukan pengawasan serta penilaian langsung terhadap menu yang dihidangkan.
“Makanya kita hadirkan adik-adik penerima manfaat nanti setelah selesai diasesmen langsung, itu jadi catatan,” jelas Firman.
Dalam peninjauan langsung di arena lomba, Sekda Firman juga menekankan agar aspek porsi dan nilai ekonomis menu tetap terjaga konsistensinya.
“Tanya pertama apakah harganya sudah masuk, porsinya sudah masuk, jangan sampai hanya untuk keperluan lomba saja,” tegas Firman.
Inisiatif dan langkah kreatif Pemkab Lombok Tengah ini mendapat apresiasi tinggi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dr. Ketut Sumedana, menyambut positif gelaran lomba tersebut.
“Saya dari BGN mengucapkan apresiasi dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan ini rutin dilaksanakan tidak hanya di Lombok Tengah tapi di seluruh daerah,” kata Sumedana.
Lebih jauh Sumedana menilai bahwa kegiatan semacam ini efektif memicu inovasi ragam sajian makanan bergizi tinggi sekaligus memperkuat implementasi program nasional hingga ke tingkat daerah.
“Sehingga ini menjadi bagian daripada variasi-variasi makanan yang terbaik ya, bagian daripada cintanya masyarakat terhadap program MBG, bagian daripada implementasi programnya Bapak Presiden sampai ke daerah-daerah dan dicintai oleh masyarakat semuanya,” paparnya.
Setelah meninjau dan mencicipi aneka hidangan yang disajikan para peserta, Deputi BGN memuji kualitas gizi serta keberagaman bahan pangan yang digunakan.
“Menunya luar biasa semua kok saya lihat, gizinya bergizi semua kok, bahkan dipilah-pilah ada yang daging, ada yang telur, saya pikir enggak ada perlu ditambahkan lagi ya,” pujinya.
Meskipun memberikan pujian, pihak BGN mendorong agar evaluasi tetap dilakukan secara berkelanjutan dan mencakup seluruh satuan pelayanan di Lombok Tengah.
“Saya kira baru pertama bagus ini evaluasi, cuma peningkatan kualitas, kalau bisa semua SPG yang Lombok Tengah itu terlibat,” harapnya.
Sumedana juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sanitasi dan pelayanan di setiap dapur MBG guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan.
“Terus akan evaluasi ya, ada keracunan sedikit itu hal yang menurut saya sih perlu evaluasi terus, sehingga standar dapur, standar pelayanan, standar SOP tetap dilaksanakan dengan disiplin juga,” pungkasnya.(Ftr).

Tinggalkan Balasan