Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) memperluas Program Pengembangan Pertanian Organik ke Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sebagai upaya mempersiapkan kemandirian ekonomi masyarakat agar tetap memiliki sumber penghidupan produktif dan berkelanjutan setelah kegiatan pertambangan berakhir.
Anindya Praharsacitta Nirbito, Manager Partnership Social Impact AMMAN mengatakan, Program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Melalui pertanian organik, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha tani yang produktif, mengurangi ketergantungan pada sarana produksi dari luar, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang.
“Program yang dijalankan bersama Aliksa Organik SRI Consultant ini sebelumnya telah dilaksanakan sejak Agustus 2025 di Desa Maluk dan Benete, Kecamatan Maluk. Penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik di Desa Maluk mencatat produktivitas padi rata-rata 7,34 ton per hektare, meningkat dibandingkan pola konvensional yang berkisar 4 ton per hektare.” jelasnya (18/10/26).
Citta menegaskan ,berangkat dari capaian tersebut, AMMAN memperluas pendampingan ke Desa Tatar melalui studi asesmen pada 13–16 Agustus 2026, dilanjutkan Pelatihan Ekologi Tanah pada 4–10 Oktober 2026 yang diikuti 84 peserta, termasuk anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Merah dan petani milenial.

Pendampingan juga mencakup pembangunan Rumah Mikroorganisme Lokal (MOL) Komunal pada 12 Oktober 2026 dan Rumah Kompos Komunal pada 13 Oktober 2026. Kedua fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan petani memproduksi sarana pertanian secara mandiri dengan memanfaatkan bahan organik dan sumber daya lokal, sehingga dapat menekan biaya usaha tani.
Di Desa Tatar, program mencakup pengembangan lahan seluas 142 are atau 1,42 hektare untuk periode budidaya Desember 2026 hingga Maret 2027. Lahan tersebut dialokasikan untuk padi SRI Organik seluas 105 are, sayuran SORGA 35 are, dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 2 are.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini diarahkan untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani, keterampilan budidaya, serta peluang pemasaran hasil panen. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Desa Tatar, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Maluk Ecopile untuk mendukung pemasaran hasil pertanian. Pelibatan akademisi atau perguruan tinggi juga direncanakan guna memperkuat pendampingan dan validasi program.
Melalui pengembangan pertanian organik ini, AMMAN berupaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas pertambangan, tetapi juga bertumpu pada sektor produktif berbasis potensi lokal. Dengan peningkatan kapasitas petani, efisiensi biaya produksi, dan penguatan akses pasar, pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat KSB secara berkelanjutan, termasuk setelah kegiatan pertambangan berakhir.(*)

Tinggalkan Balasan